KLB PSSI Mundur, Ini Tanggapan Asprov PSSI DIY

KLB PSSI yang semula dijadwalkan pada tanggal 13 Juli tersebut mundur dua pekan, dan baru akan dihelat pada 27 Juli 2019

KLB PSSI Mundur, Ini Tanggapan Asprov PSSI DIY
net
pssi_0401 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI mengalami perubahan jadwal.

Acara yang semula dijadwalkan pada tanggal 13 Juli tersebut mundur dua pekan, dan baru akan dihelat pada 27 Juli 2019 mendatang.

Menanggapi pengunduran jadwal KLB tersebut, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY memilih fokus merampungkan deretan program yang sudah disusunnya.

Ketua Umum (Ketum) Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, mengatakan terdapat beberapa program yang kini menjadi concern pihaknya.

Terlebih, induk sepakbola tingkat provinsi ini sempat non-aktif selama hampir satu tahun lamanya, pada periode 2018 lalu.

"Karena itu, kami di DIY ingin fokus menghidupkan lagi kegiatan-kegiatan yang sempat vakum selama tahun 2018 kemarin ya," katanya.

Terlebih, Syauqi mengungkapkan, pengunduran jadwal KLB di tingkat pusat tersebut tak jadi masalah, selama agenda-agenda di dalamnya dipertahankan, dan tidak mengalami perubahan berarti.

Antara lain, bahasan mengenai revisi statuta dan sebagainya.

"Pengunduran jadwal KLB pusat ini juga tidak berdampak langsung pada program-program kami di daerah ya, seperti kompetisi Liga 3, kemudian Piala Soeratin yang memang sudah diatur sebelumnya," ucapnya.

"Artinya, penjadwalan dan regulasi kompetisi, atau liga yang bersifat mandatory dari federasi, seperti Liga 3, dan Piala Soeratin, tetap bisa berjalan sesuai jadwal," tambah Syauqi.

Sekadar informasi, jadwal baru KLB ini muncul setelah PSSI menerima surat dari FIFA pada 8 Juni 2019 silam, soal PSSI Statutes Revision, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) FIFA, Fatma Samoura.

Atas dasar surat tersebut, pada KLB PSSI mendatang, terdapat tiga agenda utama yang bakal dibahas.

Tiga agenda tersebut yakni, merevisi statuta PSSI, merevisi kode pemilihan PSSI, lalu penetapan anggota komite pemilihan dan komite banding pemilihan.

Eks CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) itu pun memilih berpikir positif terkait pengunduran jadwal KLB tersebut, meski belakangan muncul pihak-pihak yang menuding penundaan ini merupakan kedok federasi, untuk melakukan konsolidasi secara internal.

"Kalau memang sudah ada arahan langsung dari FIFA, yang periode waktunya diperjelas seperti itu, lalu apa yang harus menjadi keraguan," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved