Sport

24 Pecatur Papan Atas Ambil Bagian dalam Turnamen Internasional di Yogyakarta

Sedikitnya 24 pecatur papan atas dari berbagai belahan dunia ikut ambil bagian dalam agenda JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019

24 Pecatur Papan Atas Ambil Bagian dalam Turnamen Internasional di Yogyakarta
Partai eksibisi antara GM Susanto Megaranto versus IM Sophie Millet
Partai eksibisi antara GM Susanto Megaranto versus IM Sophie Millet, menjadi tanda dibukanya JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019, di Hotel Grand Inna Garuda, Yogyakarta, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 24 pecatur papan atas dari berbagai belahan dunia ikut ambil bagian dalam agenda JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 yang berlangsung di Hotel Grand Inna Garuda, Yogyakarta, pada 13-21 Juni.

Pecatur mancanegara yang turut bersaing di nomor putra adalah GM Kokarev dari Rusia, dengan elo rating 2609, GM Ivan Sokolov (Belanda, 2595), GM Rustam Khusunutdinov (Kazakshtan, 2471), GM Rhagunandan Kaumandur Srihari (India, 2442), IM Arghyadip Das (India, 2439) dan IM Ravi Teja (India, 2405).

Kemudian, di sektor putri, bercokol nama-nama kondang, layaknya WGM Keti Tsatsalashvili (Georgia, 2356), WGM Gong Qianyun (Singapura, 2381), IM Sophie Millet (Prancis, 2415), IM Alina L'ami (Romania, 2293), WIM Luong Phong Hanh (Vietnam, 2271), WIM Rucha Pujarti (India, 2234). 

Apa Jadinya Bila Tuna Netra Ikuti Turnamen Catur?

Sementara Indonesia, untuk kelompok putra, diwakili pecatur GM Susanto Megaranto (2548), IM Novendra Priasmoro (2457), IM Yoseph Theolifus Taher (2446), IM Sean Windshand (2422), FM Azarya Jodi Setyaki (2421), WGM Median Warda Aulia (2375). 

Sedangkan WIM Chelsie Monica S dengan elo rating 2212, WIM Dewi AA Citra (2205), WFM Umi Fisabililah (2201), WFM Monica Putri (2151), WFM Tammi Nasuha N (2125) dan WFM Zahra Chumaira 2112), menjadi andalan tuan rumah di sektor putri.

Corporate Affairs Director JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, saat ini dibutuhkan Grand Master muda dan potensial, untuk mengukir nama Indoensia di kancah internasional.

Menurutnya, mencari dan melatih bibit unggul merupakan kunci untuk keberhasilan prestasi catur tanah air, di masa mendatang.

Terlebih, ia menilai, strategi semacam ini telah berhasil diterapkan oleh Tiongkok, sehingga mampu menggeser posisi, sekaligus dominasi Amerika Serikat dan Rusia, sebagai kekuatan utama catur dunia

Percasi DIY Kirim Enam Pecatur ke Pra PON

"Jadi, turnamen ini merupakan wujud komitmen kami, untuk mencari dan memupuk bibit-bibit unggul catur Indonesia, demi meraih gelar Grand Master," katanya, Kamis (13/6/2019) sore.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Utut Adianto menuturkan, turnamen level internasional diharapkan menjadi sarana peningkatan kemampuan atlet-atlet Indonesia.

Pasalnya, dengan menghadirkan GM dengan elo rating tinggi, pecatur tanah air bisa belajar banyak di setiap pertandingannya.

"Melalui pertandingan sembilan babak, Tim Indonesia diharapkan bisa mengeluarkan potensi terbaik, untuk berjumpa dengan lawan mumpuni, dari Asia dan Eropa, dengan elo rating tinggi, seperti GM Kokarev, atau GM Ivan Sokolov," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved