Bisnis

Selama Bulan Puasa dan Jelang Lebaran, BI Sebut Inflasi DIY Terkendali, di Angka 0,42 Persen

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY merilis angka inflasi bertepatan dengan bulan puasa dan menjelang lebaran tepatnya pada Mei 2019 lalu.

Selama Bulan Puasa dan Jelang Lebaran, BI Sebut Inflasi DIY Terkendali, di Angka 0,42 Persen
istimewa
Sri Fitriani Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (kiri) saat mengunjungi Kios Segoro Amarto TPID Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY merilis angka inflasi bertepatan dengan bulan puasa dan menjelang lebaran tepatnya pada Mei 2019 lalu.

Dikatakan laju inflasi di DIY masih terkendali yakni sebesar 0,42 persen secara MtM.

"Terkendalinya angka inflasi ini berkat terjaganya pasokan pangan," sebut Sri Fitriani Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Rabu (12/6/2019).

TPID DIY Pantau Harga di Bantul, Harga Bahan Pangan di Bantul Mulai Stabil

Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi April 2019 sebesar 0,46 persen (MtM), terendah dalam 4 tahun terakhir.

Dengan realisasi tersebut laju inflasi tahun kalender 2019 saat ini tercatat sebesar 1,49 persen (YtD) dan inflasi tahunan sebesar 3,33 persen (YoY).

"Rendahnya inflasi Mei 2019 tersebut dapat dicapai seiring dengan terkendalinya inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) Mei 2019 yang tercatat 0,89 persen (MtM), jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode April 2019 sebesar 2,15 persen (MtM) maupun inflasi volatile food lebaran tahun 2018 sebesar 1,21 persen (MtM)," tambahnya.

Tiket Pesawat Picu Terjadinya Inflasi di bulan Mei

Menurut BI DIY terkendalinya angka inflasi tak terlepas dari terjaganya komoditas pangan.

Hal ini lantaran masih berlangsungnya panen raya komoditas beras dan bawang merah.

Selain itu, kelancaran arus distribusi barang seiring dengan perkembangan infrastruktur, dan peningkatan perdagangan antar daerah juga mendorong terjaganya kecukupan pasokan pangan di DIY.

Disebutkan Fitri, panen raya bawang merah dan beras sejak April mendorong penurunan harga kedua komoditas tersebut masing-masing yang mengalami deflasi sebesar -17,96 persen (MtM) dan -1.08 persen (MtM).

Deflasi kedua komoditas pangan tersebut dapat mengkompensasi peningkatan harga daging ayam dan cabai merah yang masing-masing mengalami inflasi 9,20 persen (MtM) dan 10,80 persen (MtM).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved