Jawa

Rencana Mobilisasi Massa ke MK, Polres Magelang Lakukan Operasi Pencegahan

Razia ini dilakukan setelah terjadi konflik di Kantor Bawaslu RI beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia.

Rencana Mobilisasi Massa ke MK, Polres Magelang Lakukan Operasi Pencegahan
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho memimpin apel Konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Candi 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum, di halaman Polres Magelang, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepolisian Resort Magelang bakal melakukan razia terhadap massa yang bergerak dari daerah menuju Jakarta untuk melakukan tindakan melawan hukum dan menganggu keamanan pada sidang gugatan hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi pada 14 Juni 2019 mendatang.

Perihal razia itu disampaikan oleh Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Rabu (12/6/2019) saat Apel Konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Candi 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum, di halaman Polres Magelang.

"Kami meminta bantuan kepada rekan-rekan TNI dan Pemerintah Kabupaten Magelang, untuk melakukan kegiatan razia dan operasi berkaitan dengan pengiriman massa yang akan bergerak dari daerah-daerah menuju ke Jakarta. Jangan sampai ada jatuh korban lagi," kata Yudi.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Razia ini dilakukan setelah terjadi konflik di Kantor Bawaslu RI beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia dan ratusan mengalami luka-luka.

Berkaca dari peristiwa itu, potensi konflik bisa jadi terjadi saat sidang gugatan di MK nanti.

"Ini sekali lagi ada dampak, ada potensi-potensi konflik yang sama-sama kita lihat sebelum kegiatan lebaran tanggal 21-23 Mei 2019 ada kejadian konflik antar pendukung dengan petugas keamanan di depan Kantor Bawaslu," katanya.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Polres Magelang pun melakukan antisipasi melalui operasi tersebut.

Kejadian di Bawaslu kemarin diduga ditunggangi oleh para oknum penumpang gelap yang bertujuan untuk menimbulkan konflik.

Bahkan membawa senjata seperti batu, bom molotov, dan senjata tajam.

10 TPS di Magelang Digugat ke MK, KPU Siap Hadapi Sidang

"Ini sangat berbahaya apabila kita tidak melakukan filter dari sekarang. Kebanyakan pelaku-pelaku korban kerusuhan itu berasal dari luar kota Jakarta. Walaupun tidak ada yang dari Jawa Tengah, namun tidak menutup kemungkinan apabila kita tidak mempersiapkan sejak sekarang bisa terjadi korban jiwa dari daerah kita," katanya.

Yudi pun menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban, tak terpengaruh dan ikut dalam aksi tersebut.

"Tetap jaga kamtibmas, tak terdampak atau ikut-ikutan," katanya.

Wakil Bupati Magelang, Edy Cahyana, juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa tetap menjaga kondusivitas yang selama ini sudah berjalan dengan baik pasca pemilu 2019.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Magelang untuk bisa mengikuti arahan Pak Kapolres Magelang supaya kedamaian dan ketentraman bisa terus terjaga. Apapun hasil yang diputuskan oleh MK harus kita terima," katanya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved