Pendidikan

Morowali Industrial Park Jalin Kerjasama dengan UGM Guna Mendorong Alih Teknologi Industri Nikel

Lingkup kerjasama tersebut meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya.

Morowali Industrial Park Jalin Kerjasama dengan UGM Guna Mendorong Alih Teknologi Industri Nikel
istimewa
Kesepakatan penandatanganan kerjasama Penguatan Alih Teknologi ini dilakukan oleh Rektor UGM Panut Mulyono dengan Direktur Pengembangan PT IMIP Dedi Mulyadi berlangsung pada Rabu (12/5/2019) di Gedung Pusat UGM.  

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Guna mendorong proses alih teknologi dalam pengembangan industri berbasis nikel di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, PT Indonesia Morowali Indonesia Park (IMIP) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM)

Kesepakatan penandatanganan kerjasama Penguatan Alih Teknologi ini dilakukan oleh Rektor UGM Panut Mulyono dengan Direktur Pengembangan PT IMIP Dedi Mulyadi berlangsung pada Rabu (12/5/2019) di Gedung Pusat UGM.

Adapun ruang lingkup kerjasama tersebut meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Rektor UGM Panut Mulyono mengapresiasi terlaksananya kerja sama tersebut yang menurutnya bisa memberikan manfaat lebih besar bagi kedua belah pihak.

“Mudah-mudahan UGM melalui beberapa fakultas dan pusat studi dapat mengimplementasikan kerja sama yang ditandatangani dengan diisi berbagai kegiatan yang bisa menyasar kebutuhan industri,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com

Sehubungan dengan kerjasama pengembangan sumber daya, Rektor berharap nantinya akan banyak lulusan dari UGM yang berminat bekerja di perusahaan tersebut.

“Terkait kebutuhan tenaga kerja, kita harapkan banyak alumni terbaik kita masuk ke industri ini,” ujarnya.

Pendaftaran Ujian Masuk UGM Yogyakarta Jalur Ujian Tulis Cek Disini, Syarat Hingga Biaya Daftar

Direktur Pengembangan PT Indonesia Morowali Industrial Park, Dedi Mulyadi mengatakan kerjasama ini bagian upaya pihaknya yang berencana melakukan proses alih teknologi untuk menggantikan tenaga kerja asing yang ada di industrui tersebut.

“Kita berharap tenaga kerja yang bekemampuan bisa mengganti mereka, visi kita ke depan bahwa teknologi smelter itu harus kita kuasai, sebagai anak bangsa agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya.

Soal kebutuhan tenaga kerja, ia menyebutkan pihaknya telah mengandeng UGM, UI dan ITB dalam pengembangan pendidikan politeknik di Morowali.

Hal itu dilakukan untuk memasok tenaga kerja yang berkualitas.

Ia memperkirakan kebutuhan tenaga kerja hingga akhir tahun ini mencapai 40 ribu yang diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 80 ribu seiring semakin banyaknya pabrik smelter yang sudah dibangun.

“Produksi kita mencapai 3 juta ton per tahun dengan nilai ekspor mencapai 5 miliar dollar Amerika,” katanya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved