Kota Yogya

Kota Yogyakarta Negatif Anthrax

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyatakan wilayah Kota Yogyakarta negatif anthrax.

Kota Yogyakarta Negatif Anthrax
weeklytimesnow.com.au
ilustrasi Anthrax 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyatakan wilayah Kota Yogyakarta negatif anthrax.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan pihaknya telah mengambil sampel tanah di peternakan dan rumah potong hewan.

"Kami lakukan pengecekan di RPH dan peternak. Ada satu perternakan di Bener, Tegalrejo. Peternakan untuk penggemukan saja. Dari hasil lab, hasilnya negatif," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (12/6/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Pihaknya pun memperketat pengawasan lalu lintas ternak, khususnya ternak yang masuk RPH.

Pengawasan tersebut berupa pengecekan ulang surat kesehatan hewan.

Tak berhenti disitu, pihaknya juga memeriksa kembali ternak yang masuk RPH.

Ia menjelaskan selain dari RPH, selama ini pasokan daging di Kota Yogyakarta berasal dari Boyolali dan Bantul.

Tidak ada pasokan dari Gunung Kidu, sehingga bisa dipastikan Kota Yogyakarta negatif anthrax.

"Kebutuhan daging di Kota Yogyakarta sekitar enam ton per hari. RPH menyembelih sekitar dua ton per hari. Untuk sisanya daging pasokan dari Boyolali dan Bantul," jelasnya.

Tujuh Warga Konsumsi Daging Suspect Anthrax, Dinkes DIY Pastikan Warga Sehat

Dokter hewan RPH Giwangan, Drh Waryoto mengungkapkan sesampainya sapi di RPH, surat kesehatan sapi tersebut dicek terlebih dahulu.

Sebelum dan selama proses penyembelihan sesuai standar.

Para jagal mengenakan masker, helm, sepatu boot dan celemek, sehingga ia menjamin Kota Yogyakarta aman.

"RPH kan pintu terakhir sebelum dinyatakan layak konsumsi. Sebenarnya sebelum kasus Gunungkidul pemeriksaan sudah jadi standar baku. Ada ante mortem dan post mortem sebelum didistribusikan ke pasar,” ungkapnya.

“Kalau suspect pasti langsung kami pisahkan dan bakar (kremasi), tidak boleh disembelih. Cirinya ada cairan atau darah keluar dari hidung, telinga dan lubang lainnya. Untuk saat ini wilayah kota masih steril dan tidak ada temuan kasus (dugaan antrax),” tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved