Bisnis

Kelompok Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi di DIY Selama Puasa dan Jelang Lebaran

Angka inflasi justru dominan disumbangkan oleh kelompok administered prices, utamanya pada kelompok transportasi.

Kelompok Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi di DIY Selama Puasa dan Jelang Lebaran
istimewa
Sri Fitriani Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (kiri) saat mengunjungi Kios Segoro Amarto TPID Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY menyebut angka inflasi selama bulan Mei 2019 yang berbarengan dengan bulan puasa dan menjelang lebaran terkendali di angka 0,42 persen (MtM).

Bukan karena kebutuhan pokok, BI DIY menyebut, angka inflasi justru dominan disumbangkan oleh kelompok administered prices, utamanya pada kelompok transportasi.

Sri Fitriani, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY mengatakan lonjakan permintaan pada moda transportasi angkutan udara dan kereta api untuk keperluan mudik mendorong adanya peningkatan harga.

"Masing-masing sebesar 5,90 persen (MtM) dan 15,28 persen (MtM) dibanding bulan sebelumnya," katanya, Rabu (12/6/2019).

Selama Bulan Puasa dan Jelang Lebaran, BI Sebut Inflasi DIY Terkendali, di Angka 0,42 Persen

Khusus untuk tarif angkutan udara, penurunan tarif batas atas terpantau mulai membawa dampak positif terhadap fluktuasi harga.

Peningkatan tarif angkutan udara untuk keperluan mudik kali ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lonjakan harga pada lebaran tahun 2018 sebesar 7,83 persen (MtM).

Kendati demikian, BI DIY tampaknya puas dengan pencapaian ini lantaran laju inflasi masih terkendali di angka 0,42 persen (MtM). Terkendalinya angka inflasi ini berkat terjaganya pasokan pangan.

Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi April 2019 yang tercatat sebesar 0,46 persen (MtM), terendah dalam 4 tahun terakhir.

Dengan realisasi tersebut laju inflasi tahun kalender 2019 saat ini tercatat sebesar 1,49 persen (YtD) dan inflasi tahunan sebesar 3,33 persen (YoY).

Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Resmi Nikmati Layanan Premium dari PLN

"Rendahnya inflasi Mei 2019 tersebut dapat dicapai seiring dengan terkendalinya inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) Mei 2019 yang tercatat 0,89 persen (MtM), jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode April 2019 sebesar 2,15 persen (MtM) maupun inflasi volatile food lebaran tahun 2018 sebesar 1,21 persen (MtM)," tambahnya.

Terjaganya angka inflasi tak terlepas dari masih berlangsungnya panen raya komoditas beras dan bawang merah.

Selain itu, kelancaran arus distribusi barang seiring dengan perkembangan infrastruktur, dan peningkatan perdagangan antar daerah juga mendorong terjaganya kecukupan pasokan pangan di DIY.

Disebutkan Fitri, panen raya bawang merah dan beras sejak April mendorong penurunan harga kedua komoditas tersebut masing-masing yang mengalami deflasi sebesar -17,96 persen (MtM) dan -1.08 persen (MtM).

Deflasi kedua komoditas pangan tersebut dapat mengkompensasi peningkatan harga daging ayam dan cabai merah yang masing-masing mengalami inflasi 9,20 persen (MtM) dan 10,80 persen (MtM).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved