Yogyakarta

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Terjadi Hingga 16 Juni Mendatang, Nelayan Diminta Tidak Melaut

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Terjadi Hingga 16 Juni Mendatang, Nelayan Diminta Tidak Melaut

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Terjadi Hingga 16 Juni Mendatang, Nelayan Diminta Tidak Melaut
Tribun Jogja/Wisang Seto Pangaribowo
Sejumlah nelayan di Pantai Baron, Gunungkidul mengamankan perahu miliknya dari terjangan gelombang tinggi yang menerjang sejak Selasa (11/6/2019) dinihari. 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY meminta masyarakat khususnya wisatawan dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.

Gelombang tinggi di laut selatan Yogyakarta ini diprediksi mencapai hingga ketinggian lima meter.

“Beberapa hari terakhir ini tinggi gelombang mencapai sekitar 5 meter dan meski menurun tinggi gelombang masih dalam kisaran 3 hingga 4 meter. Dari prediksinya, hingga tanggal 16 Juni mendatang gelombang masih tinggi,” ujar Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa kepada Tribun Jogja, Rabu (12/6/2019).

Gelombang Tinggi Terjang Pantai Baron, Lima Perahu Nelayan Rusak

Gelombang tinggi ini pun diprediksi masih fluktuatif terjadi hingga Agustus. Dari analisis yang dilakukan pihaknya, hal itu rutin terjadi setiap musim kemarau.

Setiap bulan Juni, Juli, Agustus gelombang tinggi ini menguat, bahkan pada tahun lalu gelombang tinggi mencapai sekitar 5 hingga 7 meter.

Sigit menjelaskan, gelombang tinggi terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara benua Australia sebagai pusat tekanan udara tinggi yang mencapai 1.027 milibar dengan benua Asia sebagai pusat tekanan udara rendah dengan tekanan 1. 004 milibar.

Gadaikan Mobil Rentalan, Reza Diciduk Polisi di Purworejo

“Perbedaan udara yang cukup besar berdampak peningkatan kecepatan angin yang kemudian mengakibatkan gelombang tinggi di laut selatan Jawa. Angin dari Australia menuju Asia meningkat kecepatannya dan melewati Samudera Hindia sehingga gelombang tinggi ini juga terasa di DIY,” urainya.

Atas hal ini, pihaknya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di dekat laut untuk berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan petugas. Bagi wisatawan diimbau menjauhi bibir pantai dan tidak mandi di laut. Adapun untuk nelayan agar untuk sementara waktu libur melaut hingga gelombang normal kembali.(Tribunjogja I Agung Ismiyanto)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved