Ponpes Sunan Kalijaga: Tidak Perlu Aksi Masa Saat Sidang Pendahuluan Sengketa Pemilu di MK RI

Ponpes Sunan Kalijaga: Tidak Perlu Aksi Masa Saat Sidang Pendahuluan Sengketa Pemilu di MK RI

Ponpes Sunan Kalijaga: Tidak Perlu Aksi Masa Saat Sidang Pendahuluan Sengketa Pemilu di MK RI
foto : Internet
Mahkamah Konstitusi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan berpendapat tidak perlu ada aksi masa dalam sidang pendahuluan gugatan sengketa Perhitungan Hasil Pemilihan Umum pada 14 Juni mendatang di Mahkamah Konstitusi RI, maupun sidang-sidang selanjutnya.

Berkaca pada pengalaman aksi damai yang berubah menjadi insiden rusuh pada 22 Mei lalu, aksi masa tersebut terbukti tidak ada manfaatnya bahkan melahirkan bahaya yang nyata terhadap kemanusiaan, agama, bangsa dan negara (dar ul mafaasid muqaddamun ‘alaa jalbil mashaalih).

Beny Susanto, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga mengatakan, pendapat tersebut bukan bermaksud untuk menghalangi hak berekpresi, berpendapat yang dijamin UU, tetapi lebih pada upaya bersama mengedepankan etik dan paham konstitusionalisme.

Pengakuan Teuku Yazhid yang Sempat Dikira Pria di Video Viral yang Ancam Bunuh Jokowi

Oleh karena itu cara yang lebih elegan bagi para pihak yang terkait terutama penggugat, KPU, Bawaslu, tim sukses maupun pendukung adalah mempersiapkan secara lebih serius alat bukti, dalil, argumen yang akan disampaikan dalam proses peradilan.

"Jangan gunakan aksi masa untuk menekan para hakim Mahkamah, karena semuanya berjalan secara tranparan, independen dan akuntabel," kata Beny dalam keterangannya, Selasa (11/6/2019). (Tribunjogja I Yosef Leon Pinsker)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved