PSS Sleman

Kursi Manajer Tim PSS Sleman Masih Kosong, Sosok Putra Daerah Bakal Kembali Mengisi?

Seto Nurdiantoro berharap sosok manajer yang nantinya bakal menakhodai tim benar-benar memenuhi kriteria wajib yang harus dimiliki.

Kursi Manajer Tim PSS Sleman Masih Kosong, Sosok Putra Daerah Bakal Kembali Mengisi?
istimewa
Retno Supardjiono 

TRIBUNJOGJA.COM - Mundurnya Retno Sukmawati dan Eri 'Ableh' Febrianto dari bangku manajer dan asisten manajer PSS Sleman tempo hari, membuat posisi nakhoda tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut masih kosong.

CEO PSS, Viola Kurniawati, mengatakan hingga kini jajaran direksi tengah menggodok nama-nama yang dirasa tepat mengisi posisi tersebut.

Eks media officer Persija Jakarta tersebut juga berharap jika dua jabatan itu segera terisi dalam waktu dekat.

"Saat ini sedang digodok (siapa manajer baru). Semoga bisa ada keputusan secepatnya," ungkap Viola.

Melihat Geliat Pasar Sore Kauman, Tempat Berburu Kuliner Penganan Legendaris di Yogyakarta

Terpisah, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, berharap sosok manajer yang nantinya bakal menakhodai tim benar-benar memenuhi kriteria wajib yang harus dimiliki.

"Manajer nanti yang tahu sepak bola. Paham situasi tim di lapangan seperti apa. Kalau sekadar mengisi kekosongan dan hanya sebatas nama saja ya percuma," tegas Seto.

Pelatih asal Kalasan tersebut menyebut, sosok manajer juga diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang terjadi di tim, sehingga jika terjadi sesuatu hal dapat terselesaikan dengan lebih cepat.

"Bukan hanya menerima usul, lalu dibawa ke atas untuk diputuskan. Saya rasa di tingkat manajer sendiri sudah bisa mengambil keputusan," kata dia.

Disinggung soal manajer dari putra daerah, Seto menjawab diplomatis.

Jadwal Liga 1 2019 Pekan ke-4, Madura United vs PSS Sleman, Semen Padang vs Tira Persikabo

Mengingat dalam beberapa musim terakhir, sosok manajer di tim Laskar Sembada memang diisi orang asli Sleman mulai Arif Juliwibowo (2017), Sismantoro (2018), dan Retno Sukmawati (2019).

"Putera daerah lebih bagus. Kalau tidak ya yang penting itu tadi intinya," ujar Seto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Retno Sukmawati memutuskan mundur dari posisi manajer PSS karena kesibukannya, sebagai guru di SMP 4 Depok, Sleman.

Ia pun menampik, keputusannya itu, dilatarbelakangi hubungan yang tak harmonis dengan pihak PT.

"Tidak benar isu tidak harmonis itu. Saya hanya ingin konsentrasi mengajar, karena itu kan tugas profesional saya sebagai guru. Buktinya, saya masih punya saham di di PT PSS, malah bertambah jumlah lembarnya," tutur Retno pada Tribunjogja.com, tempo hari. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved