Yogyakarta

Libur Lebaran, Gudeg Kaleng Bu Tjitro Diburu Wisatawan

Libur Lebaran, Gudeg Kaleng Bu Tjitro Diburu Wisatawan. Sehari Bisa Terjual 1000 Kaleng.

Libur Lebaran, Gudeg Kaleng Bu Tjitro Diburu Wisatawan
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Wakil Direktur Gudeg Kaleng Bu Tjitro, Jumirin menunjukkan gudeg kaleng Bu Tjitro untuk oleh-oleh, Senin (10/6/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak lengkap rasanya berlibur tanpa membeli oleh-oleh.

Oleh-oleh bisa berupa makanan khas daerah yang dikunjungi, gantungan kunci, kaos, dan oleh-oleh lain mewakili daerah tersebut.

Saat berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, tentu harus mencoba makanan khasnya, yaitu gudeg.

Makanan olahan nangka yang dipadu dengan telur, krecek, dan ayam tersebut juga bisa jadi alternatif oleh-oleh.

Salah satu gudeg yang terkenal di Yogyakarta adalah Gudeg Bu Tjitro.

Bahkan saat ini ada produk gudeg kaleng Bu Tjitro.

ORI DIY Tindaklanjuti Keluhan Warga Soal Layanan di Puskesmas Pundong

Wakil Direktur Gudeg Kaleng Bu Tjitro, Jumirin mengatakan gudeg kaleng umumnya dibeli oleh wisatawan dari luar DIY.

Penjualan mulai meningkat sejak H-5 hingga Senin (10/6/2019). Jika per hari rata-rata menjual 100 kaleng gudeg, selama libur lebaran bisa menjual sekitar 1.000 kaleng per hari.

Ia memprediksi lebaran tahun ini mengalami peningkatan penjualan dibandingkan dengan tahun lalu. Jika per bulan ia memproduksi 12ribuan kaleng, maka saat Mei tahun lalu ia memproduksi sekitar 19ribuan kaleng gudeg.

"Alhamdulillah terjual banyak. Memang ada peningkatan, bisa sampai 1.000 per hari. Soalnya satu belinya banyak, kadang ada yang beli pakai kardus isi 25 kaleng. Tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu, memang belum saya rekap. Di bulan yang sama Mei tahun 2018 kami jual 19ribuan, tahun ini lebih," katanya saat ditemui di Restoran Gudeg Bu Tjitro, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul, Senin (10/6/2019).

5th Temple Run Kembali Digelar, Dispar Sleman Targetkan 1000 Peserta

Gudeg Kaleng Bu Tjitro memiliki beberapa varian rasa seperti original,pedas, rendang, dan manis. Untuk gudang kaleng rasa original dijual seharga Rp30ribu, pedas Rp31ribu, rendang Rp32ribu, dan manis Rp29ribu.

"Satu kaleng itu untuk satu porsi, bisa awet untuk satu tahun dan tanpa bahan pengawet. Gudeg Kaleng juga praktis. Satu kaleng itu satu porsi sudah komplit ada telurnya juga. Kalau untuk rasa, yang paling favorit adalah original," sambungnya. (Tribunjogja I Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved