Pemilu 2019

Bawaslu Sleman Kantongi Nama Terduga Pelaku Pergeseran Suara

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan segera memproses kasus pergeseran suara yang terjadi saat pemilihan umum (Pemilu) 2019 kemarin.

Bawaslu Sleman Kantongi Nama Terduga Pelaku Pergeseran Suara
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 2019 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan segera memproses kasus pergeseran suara yang terjadi saat pemilihan umum (Pemilu) 2019 kemarin.

Adapun pada Pemilu kemarin telah terjadi pergeseran suara, di mana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kehilangan suara sebanyak 1.508 dan di saat bersamaan terjadi peningkatan suara di Partai Nasdem.

Kerusuhan 22 Mei, Wiranto Minta Polri Ungkap Hasil Pengusutan ke Publik

Kordiv Hukum, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar saat dimintai keterangan, Senin (10/6/2019) mengatakan pihaknya akan segera meningkatkan status penanganan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

"Insya Allah, besok Selasa 11 Juni 2019 (hari ini, red) akan ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan dan dilimpahkan ke Polres Sleman," ungkapnya.

PPP Laporkan PPK Kecamatan Depok ke Bawaslu

Arjuna mengatakan, pihaknya telah mengantongi nama terduga pelaku dalam kasus pergeseran suara ini, yakni inisial AN yang berasal dari internal Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Depok.

Namun, untuk saat ini Gakkumdu masih berusaha meminta keterangan dari yang bersangkutan sebagai saksi.

"Sementara untuk tersangka masih diupayakan didalami hari ini, terus dicoba untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terlebih dahulu, kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," ujarnya.

"Setelah itu, berdasarkan keterangan yg disampaikan nanti akan dikaji apakah bisa ditetapkan sebagai tersangka atau tidak," imbuhnya.

Bawaslu Sleman Kumpulkan Bukti dalam Kasus Hilangnya Suara PPP

Adapun AN merupakan petugas PPK Depok yang saat Pemilu bertugas di divisi data.

Dirinya yang memiliki akses untuk menginput data perolehan suara saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

‎Adapun Bawaslu Sleman sebelumnya telah beberapa kali mencoba untuk menghubungi dan meminta agar AN datang untuk memberikan keterangan.

Namun, dari beberapa kali panggilan yang dilakukan, yang bersangkutan tidak merespons dan cenderung menghilang.

Lebih lanjut diterangkan Arjuna, sejauh ini Gakkummdu telah meminta keterangan dari 14 orang saksi dalam kasus ini. Baik itu dari petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kecamatan Depok, PPK Depok, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, dan pihak pelapor yaitu PPP dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Sedangkan barang bukti yang dikumpulkan meliputi salinan dokumen DAA 1, DA1, foto plano, rekaman suara pleno di Kecamatan Depok, flash disk, laptop dan keterangan yang didapatkan dari saksi.

"Setelah pelimpahan berkas tersebut pihak kepolisian memiliki 14 hari kerja untuk proses penyidikan pidana pemilu," tuturnya.

PPP Akan Lapor Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu

Terpisah Ketua DPC PPP Sleman HM Nasikhin saat dihubungi menyambut baik kalau kasus ini ditingkatkan ke penyidikan. Sampai saat ini pihaknya terus memantau perkembangan agar ke depan kasus ini tidak terulang kembali.

"Biar jelas dan tahu semua yang bermain dan yang dimainkan. Saya menunggu kelanjutan proses pemeriksaan. Saya tidak mau kasus ini terhenti di Bawaslu," ucapnya.

Jika dalam kasus ini juga melibatkan oknum internal partai, secara tegas ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan segan-segan untuk memecat orang tersebut.

"Akan kami pecat. Karena mereka tidak amanah dan tidak menjaga marwah partai," tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved