Gunungkidul

24 ASN di Gunungkidul Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja setelah Libur Lebaran

Libur hari raya Idul Fitri telah usai, Aparatur Sipil Negara (ASN) masuk seperti biasa mulai, Senin (10/5/2019).

24 ASN di Gunungkidul Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja setelah Libur Lebaran
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Libur hari raya Idul Fitri telah usai, Aparatur Sipil Negara (ASN) masuk seperti biasa mulai, Senin (10/5/2019).

Bagi ASN di Kabupaten Gunungkidul yang nekat membolos pada hari pertama masuk ini maka akan diberikan sanksi tegas oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yaitu berupa pemotongan tambahan penghasilan (tamsil).

Subbidang Status dan Kedudukan Kepegawaian, Badan Kepegawaian Pendidikan, dan Pelatihan, Sunawan mengatakan pemantauan ASN melalui aplikasi Mobile Absensi (Mobsi) yang dimiliki ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul.

Seorang ASN Bolos Kerja di Hari Pertama usai Libur Lebaran

"Pemantauan melalui Mobsi, jadi PNS absen melalui aplikasi mobsi kalau ada yang kesulitan absen karena terkendala seperti jaringan internet bisa absen melalui operator uang ada di tiap Organisai Perangkat Daerah (OPD), jadi dari operator nanti yang memasukkan absensi yang bersangkutan," ujarnya, Senin (10/6/2019).

Sunawan mengatakan jika ada ASN yang nekat membolos maka akan diberikan sanksi berupa pemotongan tamsil, namun pemotongan tamsil tergantung dengan berapa hari yang bersangkutan membolos dan juga kelas serta jabatannya.

"Potongannya tergantung dengan berapa hari dirinya membolos jadi tidak disamaratakan ASN satu dengan yang lainnya," imbuhnya.

Ia memaparkan PNS yang ada di Gunungkidul sebanyak 8611, sedangkan yang wajib masuk 3819 sedangkan yang tidak masuk sebanyak 64 orang, dan yang tidak masuk tanpa keterangan sebanyak 24 orang.

"Lainnya 40 orang sudah mengajukan cuti seperti, cuti melahirkan, cuti tahunan, izin sakit," imbuhnya.

Bolos Kerja Pasca Libur, ASN Terancam Teguran Hingga Sanksi

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Daerah Gunungkidul, Sujarwa menuturkan tidak adanya sidak dikarenakan saat ini di Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah memberlakukan mobile absensi (mobsi) melalui aplikasi tersebut.

Maka sudah dapat dipantau siapa saja yang membolos pada hari pertama masuk seteah libur Lebaran.

"Sekarang kan sudah ada mobsi jadi tidak perlu melakukan sidak, dari imobsi tersebut dapat diketahui siapa saja yang cuti, tugas keluar daerah, bahkan dapat diketahui pula siapa saja yang membolos," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved