Lifestyle

Makan Berlebih Bisa Dipicu Konsumsi Makanan Olahan

Untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama atau pun rasa kenyang, akhirnya seseorang akan menambah volume kalorinya.

Makan Berlebih Bisa Dipicu Konsumsi Makanan Olahan
aardvarksplumbline.blogspot.com
Ilustrasi: Hamburger 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada risiko jika kita rutin mengkonsumsi makanan yang diproses.

Jika hampir setiap hari Anda mengonsumsi makanan yang diproses, seperti mi instan, sosis, atau pun makanan kaleng, kemungkinan besar asupan makan Anda lebih banyak dibanding jika mengonsumsi makanan yang tidak diproses.

Penelitian telah lama meneliti kaitan antara makanan yang diproses dengan epidemi obesitas.

Dalam penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Cell Metabolism, para ahli menemukan kaitan tersebut.

Walau kandungan nutrisinya sama, misalnya jumlah lemak atau karbohidratnya, tetapi orang yang diberi asupan makanan yang diproses makan lebih banyak.

4 Jenis Makanan Sehat yang Bermanfaat Bersihkan Pembuluh Darah

Menurut ketua penleiti, Kevin Hall, PhD, responden yang mengonsumsi makanan yang diproses mengasup 500 kalori lebih banyak dalam sehari.

“Makanan yang diproses cenderung mengandung kalori yang padat dengan kandungan air sedikit, sehingga orang yang memakannya merasa kurang puas,” katanya.

Untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama atau pun rasa kenyang, akhirnya seseorang akan menambah volume kalorinya.

“Orang yang mengasup makanan yang diproses makan lebih cepat dan ini berkontribusi pada makan berlebihan,” kata Hall.

Cara Mudah Menjaga Kalori Tanpa Harus Hindari Makanan Lezat

Makanan yang diproses memang mudah dan cepat disajikan, cocok untuk orang yang butuh kepraktisan.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved