Internasional

Diduga Karena Gelombang Panas, Belasan Monyet Ditemukan Mati di Hutan

Sebanyak sembilan bangkai monyet ditemukan mati di dalam dan di luar goa pada Kamis (6/6/2019), sementara enam bangkai lainnya ditemukan keesokan hari

Diduga Karena Gelombang Panas, Belasan Monyet Ditemukan Mati di Hutan
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, PUNJAPURA - Diduga karena sengatan panas, belasan ekor monyet ditemukan mati di dalam hutan di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah.

Gelombang panas tengah melanda sebagian wilayah India sejak beberapa hari terakhir, dengan suhu udara di negara bagian utara, Rajasthan, sempat mencapai di atas 50 derajat celsius.

Bangkai monyet pertama kali ditemukan oleh seorang bocah yang hendak menggembala kambing ke hutan Joshi Baba di Punjapura, Madhya Pradesh.

Setelah menemukan monyet-monyet yang mati, bocah itu segera memberi tahu warga desa yang kemudian menghubungi petugas departemen kehutanan.

Tim yang dipimpin petugas hutan distrik, PN Mishra, segera melakukan penyelidikan atas kemungkinan penyebab kematian monyet-monyet itu, yang diduga terkait gelombang panas, termasuk kemungkinan pertengkaran antara kelompok monyet yang saling berebut air.

Gara-gara Main PUBG Mobile di Kafe, Remaja di India Ini Ditangkap Polisi

Saat bangkai sejumlah monyet itu ditemukan suhu di kawasan hutan pada siang hari bisa mencapai 46 derajat celsius.

Sebanyak sembilan bangkai monyet ditemukan mati di dalam dan di luar goa pada Kamis (6/6/2019), sementara enam bangkai lainnya ditemukan keesokan harinya.

"Kami sedang menyelidiki semua kemungkinan, termasuk terjadinya pertengkaran antara kelompok monyet untuk mendapatkan air, yang menyebabkan kematian 15 ekor monyet dari 30-35 kelompok monyet yang tinggal di goa," ujar Mishra kepada NDTV.

"Ini jarang dan aneh karena herbivora jarang terlibat konflik seperti itu," tambahnya.

"Kelompok monyet yang jumlahnya lebih besar dan mendominasi mungkin telah mengusir kelompok lain yang lebih kecil dari sumber air," kata Mishra.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved