Bendung Kamijoro Masih Menarik Pengunjung, Kantong Parkir Tak Terlalu Ramai
Bendung Kamijoro yang berada di perbatasan Bantul dan Kulonprogo masih menarik minat pengunjung saat libur Lebaran.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bendung Kamijoro yang berada di perbatasan Bantul dan Kulonprogo masih menarik minat pengunjung saat libur Lebaran.
Meski masih ramai, pada Jumat (7/6/2019) pagi, pengunjung Bendung Kamijoro terhitung tak terlalu banyak.
Hal tersebut dilihat dari kendaraan yang parkir di kantong parkir RT 1, Dusun Plambongan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan yang tak membeludak seperti saat pertama kali dibuka jelang akhir tahun lalu.
Anggora Pokdarwis Dusun Plambongan sekaligus pengelola parkir, Sugito, mengaku pengunjung yang parkir kini tak terlalu banyak.
Pemasukan dari retribusi parkir pada hari kedua Lebaran hanya mencapai Rp1,5 juta saja.
Jumlah tersebut merosot jauh dibanding saat Bendung Kamijoro pertama kali dibuka untuk umum. Saat itu pemasukan parkir bisa mencapai belasan juta.
"Di sini kami sediakan satu kantong parkir saja untuk motor dan mobil. Hanya sekitar 20-25 mobil saja karena pengunjung juga nggak nentu, biasanya hanya mampir habis dari Parangtritis," jelasnya ditemui Tribun Jogja, Jumat (7/6/2019) pagi.
Tarif parkir di di Dusun Plambongan ini masih menggunakan tarif parkir umum yakni Rp1.000 untuk sepeda, Rp2.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, bus kecil Rp10.000.
Sugito mengatakan, soal tarif parkir ini sudah terkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya.
Untuk hari ketiga Lebaran ini, Sugito belum bisamemprediksi jumlah kendaraan yang tertampung di kantong parkir DusunPlambongan.
"Hari ini belum bisa menghitung jumlah kendaraannya berapa. Tapi kemarin pas mau puasa paling mentok hanya Rp60 ribu - Rp100 ribu," ungkapnya.
"Kalau dulu waktu pertama kali dibuka kan benar-benar kejutan. Banyak orang yang ingin ke sini karena penasaran. Memang maksimal pernah sampai Rp15 juta. Sekarang sudah turun, mungkin sudah pada bosan," tuturnya.
Sebelumnya, Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan Bantul Agus Jaka Sunarya mengatakan Dinas Perhubungan Bantul telah merekomendasikan lokasi untuk parkir wisatawan di kantong parkir milik warga.
Parkir di tepi jalan tidak direkomendasikan karena dapat mengganggu lalu lintas.
"Mengingat Kamijoro itu parkirnya ada di tepi jalan, kami tidak mengizinkan sebelum itu diberi marka atau pelebaran. Kami menyarankan pada penyelenggara parkir yang ada di sana, untuk memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir yang dimiliki masyarakat," jelasnya belum lama ini.
(amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bendung-kamijoro-masih-menarik-pengunjung-kantong-parkir-tak-terlalu-ramai.jpg)