Atasi Masuk Angin dengan Kerokan Bawang Merah. Benarkah Ampuh?

Bawang merah diketahui mengandung senyawa antikanker, antiplatelet (mencegah penggumpalan darah), dan antibiotik.

Editor: Ari Nugroho
Ist
Bawang Merah 

TRIBUNJOGJA.COM - Masuk angin bisa datang setelah kehujanan atau begadang seharian suntuk.

Untungnya, kondisi ini dapat diobati dengan mudah, salah satunya kerokan dengan bawang merah.

Namun, bagaimana kerokan dengan bawang merah jika dilihat dari sisi medis?

Dalam literatur kedokteran, Anda tidak akan menemukan kondisi atau penyakit yang disebut dengan masuk angin.

Ini hanya sebutan masyarakat Indonesia yang sebenarnya merujuk pada sekumpulan gejala, seperti demam, badan pegal, perut mual dan kembung, hidung mampet, serta tidak bisa buang angin.

3 Bumbu Dapur yang Dapat Obati Masuk Angin

Kondisi tersebut dapat diobati dengan obat-obatan, seperti paracetamol, ibuprofen, dekongestan, dan antihistamin.

Selain minum obat, orang Indonesia juga sering kali mengobati masuk angin dengan kerokan menggunakan bawang merah.

Biasanya, cara kerokan menggunakan bawang merah ini dilakukan dengan mengupas bawang merah menjadi beberapa bagian besar.

Kemudian, dicampurkan dengan minyak esensial atau baby oil.

Setelah itu, bawang merah akan digosokkan pada tubuh.

Biasanya leher bagian depan, belakang, dan sepanjang bagian punggung belakang adalah area untuk kerokan.

Meski sudah turun-temurun dilakukan, apakah kerokan dengan bawang merah ini sebenarnya ampuh untuk atasi masuk angin?

Sebuah studi tahun 2002 melaporkan manfaat bawang merah pada sebuah jurnal Phytotherapy Research.

Bawang merah diketahui mengandung senyawa antikanker, antiplatelet (mencegah penggumpalan darah), dan antibiotik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved