Sains

Perluas Cakrawala Sains, Ilmuwan Gunakan Magnet. Bagaimana Bisa?

Bahan itu sangat luar biasa, dan para pakar masih sibuk mempelajari bagaimana bahan itu terbentuk.

Perluas Cakrawala Sains, Ilmuwan Gunakan Magnet. Bagaimana Bisa?
via Kompas.com
Ilustrasi magnet 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam kehidupan sehari-hari, magnet atau besi berani bisa dijadikan mainan, tapi juga bisa berguna untuk riset.

Magnet- magnet kuat yang dipasang di sebuah laboratorium di Florida bisa melihat benda-benda yang tidak tampak dengan mata biasa, memahami apa yang terjadi di alam, dan menembus batas-batas ilmu pengetahuan yang ada kini.

"Banyak jenis magnet; ada yang disebut super conducting, ada elektromagnet yang resistive dan juga ada magnet yang mengeluarkan pulsa," ujar Kata Greg Boebinger, direktur National High Magnetic Field Laboratory atau MagLab.

Boebinger menjelaskan, magnet-magnet yang kuat bisa digunakan sebagai alat riset yang sangat fleksibel.

Inilah Dinosaurus Kedua yang Ditemukan di Australia

Dengan dukungan National Science Foundation, MagLab adalah pusat riset yang mencakup berbagai disiplin ilmiah.

Boebinger sendiri yang memimpin sebuah laboratorium yang sangat unik, yang menyediakan medan-medan magnet yang sangat kuat bagi para periset yang datang ke laboratorium itu tiap tahun untuk mengadakan riset tentang bahan-bahan, energi dan juga tentang kehidupan pada umumnya.

"Tiap jenis minyak mentah yang terdapat di berbagai bagian dunia merupakan produk yang unik, yang dihasilkan oleh suhu, tekanan dan organisme yang telah mati dan akhirnya menciptakan cairan yang kita sebut minyak mentah," ujar Amy McKenna, pakar dari MagLab.

"Kami menganalisa bahan-bahan dalam minyak mentah dan menemukan berbagai bahan organik yang biasanya larut dalam air, dan dengan alat ini kami bisa mengukur massa mereka dengan sangat akurat,” imbuh McKenna.

Untuk melakukan itu, McKenna menggunakan magnet resonansi yang disebut Ion Cyclotron, yang bisa berfungsi sebagai alat pengukur molekul yang sangat akurat.

Pakar Cory Dean, di bagian lain MagLab, menggunakan apa yang disebut D-C Field Facility untuk menyelidiki sifat-sifat bahan yang baru ditemukan yang disebut graphene, bahan yang terbuat dari molekul karbon yang berbentuk seperti kawat kandang ayam.

Penjelasan Sains Soal Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia

"Susunan molekul graphene ini sangat unik, dan disebut sebagai bahan yang paling kuat, yang sekaligus merupakan bahan konduktor yang paling tipis. Graphene juga punya kemampuan paling baik untuk mengalirkan panas," kata Cory Dean.

Bahan itu sangat luar biasa, dan para pakar masih sibuk mempelajari bagaimana bahan itu terbentuk.

Pengertian itu dibutuhkan sebelum para insinyur bisa memanfaatkan bahan yang disebut graphene itu.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ilmuwan Pakai Magnet untuk Perluas Cakrawala Sains, Kok Bisa? "

Editor : Gloria Setyvani Putri

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved