Yogyakarta

Hitungan Menit, Gunungan Grebeg Syawal Ludes

Ratusan warga dan wisatawan antusias menyaksikan gelaran Grebeg Syawal yang diselenggarakan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Puro Pakualaman, Rabu

Hitungan Menit, Gunungan Grebeg Syawal Ludes
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Sejumlah warga antusias memperebutkan Gunungan Gerebeg Syawal yang dilangsungkan di Puro Pakualaman Yogyakarta, Rabu (5/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan warga dan wisatawan antusias menyaksikan gelaran Grebeg Syawal yang diselenggarakan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Puro Pakualaman, Rabu (5/6/2019).

Puro Pakualaman menjadi satu dari tiga tempat dilangsungkannya Grebeg Syawal pada Idul Fitri kali ini.

Dalam hitungan menit, Gunungan yang disediakan untuk diperebutkan oleh warga masyarakat ludes tak bersisa.

Gunungan tersebut terdiri dari sejumlah hasil bumi.

Ratusan Warga Meriahkan Grebeg Syawal Puro Pakualaman

Beberapa diantaranya yaitu, kacang panjang, cabai rawit merah, buah-buahan hingga rengginang matah.

Beberapa diantara warga mengaku penasaran dengan tradisi Grebeg Syawal.

Tradisi yang berlangsung tahunan ini, menyedot perhatian para pendatang.

Fifi (28) merupakan satu diantara pengunjung yang hadir di Puro Pakualaman.

Ia mengaku sudah dua tahun ini mengikuti prosesi Grebeg Syawal.

Lava Tour Tetap Layani Wisatawan di Hari Pertama Lebaran

"Kebetulan keluarga disini, jadi sekalian silaturahmi. Ini kedua kalinya lihat Grebeg Syawal, tahun lalu juga. Seru aja," imbuhnya.

Penewu Abdi Dalam Sendiko Dauh mengatakan, Gunungan yang terdiri dari hasil bumi tersebut melambangkan hasil panen dari para petani.

Gunungan yang diperoleh warga, bisa dikonsumsi ataupun disimpan karena mengandung keberkahan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved