Bantul

Dalam Dua Hari Terdapat 48 Korban Tersengat Ubur-ubur di Parangtritis

Ali Sutanto mengatakan, biasanya sengatan ubur-ubur terhadap wisatawan terjadi dari siang hari hing

Dalam Dua Hari Terdapat 48 Korban Tersengat Ubur-ubur di Parangtritis
Dokumentasi SAR Parangtritis
Ilustrasi: Ubur-ubur yang mulai bermunculan di Pantai Parangtritis sejak sepekan terakhir. Masyarakat utamanya wisatawan diharapkan untuk waspada terhadap hewan air yang berbahaya ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sengatan ubur-ubur masih menjadi ancaman wisatawan di pesisir Pantai Parangtritis.

Dalam waktu dua hari yakni dari Senin - Selasa 3-4 Juni 2019 sudah jatuh 48 korban yang tersangat ubur-ubur. Sebagian besar korban merupakan anak kecil, beruntung tidak ada korban yang harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Ali Sutanto mengatakan, biasanya sengatan ubur-ubur terhadap wisatawan terjadi dari siang hari hingga sore ini.

"Yang tersengat paling banyak didominasi anak-anak. Tapi semua sudah tertangani dan tidak ada yang sampai dibawa ke Rumah Sakit," ujarnya, Rabu (5/6/2019).

Lava Tour Tetap Layani Wisatawan di Hari Pertama Lebaran

Banyaknya anak-anak yang menjadi korban sengatan ubur-ubur, menurutnya karena aspek rasa penasaran dan mereka tidak mengetahui racun yang terdapat pada binatang laut tak bertulang ini.

Ali menambahkan, ubur-ubur jenis blue bottles ini banyak ditemukan di pinggir pantai.

Karena teksturnya yang kenyal dan berwarna biru membuat anak-anak ingin menyentuhnya.

"Efek sengatan ubur-ubur itu membuat sakit perut dan kalau korban punya riwayat penyakit dadanya bisa langsung sesak, itu karena pada akarnya (tentakel ubur-ubur) beracun," katanya.

Maka dari itu ia mengimbau agar setiap wisatawan dapat waspada terlebih untuk orang tua untuk dapat selalu menjaga anak-anaknya.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved