Sleman

Pemudik Manfaatkan Jalur Alternatif, Kepadatan di Sleman Menyebar

Jalur alternatif di utara dan barat Sleman pun juga mengalami hal serupa, meski tidak sepadat jalur Prambanan-Piyungan.

Pemudik Manfaatkan Jalur Alternatif, Kepadatan di Sleman Menyebar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Papan petunjuk arah portabel yang disediakan untuk para pemudik di Simpang Gamping, Sleman. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jalur alternatif yang ada di Kabupaten Sleman banyak dimanfaatkan para pemudik.

Hal tersebut dilakukan demi menghindari kepadatan di jalur-jalur utama.

Banyaknya pemudik di jalur alternatif disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Mardiyana saat dihubungi Tribunjogja.com pada Selasa (04/06/2019) siang.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Kebanyakan ada para pemudik yang memang tujuannya bukan ke Kota Yogyakarta," jelasnya.

Berdasarkan pantauan petugas Dishub Sleman, jalur alternatif yang banyak digunakan adalah ruas Jalan Prambanan-Piyungan.

Mereka rata-rata datang dari arah Solo dan hendak menuju Jalan Wonosari.

Jalur alternatif di utara dan barat Sleman pun juga mengalami hal serupa, meski tidak sepadat jalur Prambanan-Piyungan.

Puncak Mudik Berakhir, Jumlah Penumpang Bandara Adisutjipto Yogyakarta Mulai Turun di H-2

"Hal tersebut menyebabkan kepadatan kendaraan menyebar ke sejumlah titik, tidak hanya di jalur tertentu saja," kata Mardiyana.

Dishub Sleman sendiri menyiapkan tiga jalur alternatif yang bisa digunakan para pemudik.

Pertama dari Simpang 3 Tempel melewati Turi-Pakem-Cangkringan-Ngemplak-Kalasan-Prambanan.

Kedua melalui Jalan Prambanan-Piyungan-Wonosari-Ring Road Timur.

Terakhir adalah Simpang 4 Palbapang-Simpang Cemoro-Simpang Gendol- Simpang Banyurejo-Simpang Balangan- Simpang Gedongan. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved