Internasional

Lakukan Prank Oreo pada Tunawisma, Seorang YouTuber Dihukum 15 Bulan Penjara

Seorang YouTuber diganjar hukuman penjara 15 bulan karena memberikan Oreo yang diisi pasta gigi kepada seorang tunawisma.

Lakukan Prank Oreo pada Tunawisma, Seorang YouTuber Dihukum 15 Bulan Penjara
NewsWeek
YouTuber KangHua Ren dijatuhi hukuman penjara setelah memberikan oreo berisi odol kepada gelandangan 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang YouTuber asal Spanyol melakukan prank dengan memberikan Oreo yang diisi pasta gigi kepada seorang tunawisma, dan kini ia diganjar hukuman penjara 15 bulan atas perbuatannya.

Prankster yang bernama Kanghua Ren (19) melakukan aksinya setelah mendapat tantangan dari 1,2 juta pengikutnya di media sosial untuk melakukan prank.

Pada 2017, dia merekam dirinya sendiri mengganti krim pada Oreo menggunakan pasta gigi.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Kemudian, dia memberikannya pada tunawisma di sekitar sebuah supermarket di Barcelona, Spanyol.

Menurut media El Pais, seorang tunawisma yang diberi Oreo berisi pasta gigi diidentifikasi bernama Gheorge L, seorang pria berusia 50-an tahun yang lahir di Romania dan pernah bekerja sebagai penggembala sebelum pindah ke Barcelona.

Setelah menerima Oreo dari Ren, Gheorge kemudian muntah-muntah.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman New York Times, Selasa (4/6/2019), atas aksinya itu, YouTuber yang dikenal bernama ReSet ini diganjar hukuman penjara 15 bulan, dan kompensasi untuk korban sebesar 22.300 dollar Amerika Serikat.

Fantastis. Ini Daftar 10 YouTuber Dunia dengan Pendapatan Ratusan Miliar

Selain itu, pada awal bulan Juni ini, Pengadilan Barcelona juga menghukum Ren untuk menutup media sosialnya selama lima tahun.

Setelah unggahannya menuai kontroversi, Ren mendatangi Gheorge lagi dan menawarkannya 20 euro, dan polisi menemukan bukti dia mencoba bernegosiasi dengan putri Gheorge serta menawarkan 300 euro agar mereka tidak melaporkan aksi prank-nya ke jalur hukum.

Dalam pembelaannya, Ren mengatakan, "Saya melakukan hal-hal itu untuk pertunjukkan, orang menyukai hal mengerikan." (*)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved