Gunungkidul

SAR Satlinmas Korwil 2 Gunungkidul Siapkan Jalur Evakuasi melalui Laut

Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan selain telah mempersiapkan personil SAR Satlinmas juga menyiapkan evakuasi melalui jalur laut.

SAR Satlinmas Korwil 2 Gunungkidul Siapkan Jalur Evakuasi melalui Laut
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wiaang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Wisata pantai Gunungkidul masih diprediksi akan menjadi tempat tujuan wisata terlebih lagi pada liburan lebaran pada tahun ini diprediksi akan menambah wisatawan yang berkunjung, dan semakin tinggi resiko kecelakaan laut yang dialami wisatwan.

Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan selain telah mempersiapkan personil SAR Satlinmas juga menyiapkan evakuasi melalui jalur laut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono menyampaikan evakuasi jalur laut dipersiapkan lantaran saat libur lebaran jalur darat pasti akan dipadati oleh kendaraan para wisatawan.

Pawai Takbir di Bantul Dibatasi Sampai Jam 11 Malam

"Jalur tersebut (laut) untuk mempermudah evakuasi korban ke rumah sakit rujukan terdekat, supaya tidak mengalami kemacetan dijalan," jelasnya, Senin (3/6/2019).

Ia menambahkan pada jalur eavkuasi emlaluinlaut tersebut pihaknya telah menyiapkan 2 kapal satu kapal diletakkan di Pantai Drini, sedangkan satunya disiagakan di Pantai Baron.

"Evakuasi melalui jalur laut menggunakan rute dari posisi lokasi kejadian, korban akan dibawa ke Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro Saptosari. Selanjutnya, korban laka dibawa menuju ke RSUD Wonosari guna menadapatkan pertolongan lanjutan," ucapnya.

Libur Lebaran, Tiket Masuk Candi Borobudur Naik

Ia menambahkan pilihan jalur melalui Saptosari karena di Saptosari kondisi jalannya masih sepi dengan demikian akan mempermudah personil SAR Satlinmas dalam melakukan evakuasi.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY Surisdiyanto menambahkan selama liburan pihaknya siap siaga dalam mengamankan pengunjung pantai selatan Gunungkidul.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada saat berlibur di pantai, selalu patuhi rambu-rambu aturan yang telah kami pasang, sehingga laka laut saat liburan dapat ditekan seminimal mungkin," paparnya.

Suris menyampaikan selain keselamatan yang harus diperhatikan pihaknya juga mengingatkan kepada pengunjung agar lebih waspada terhadap potensi serangan ubur-ubur.

Sambut Libur Lebaran, Pengecekan Jeep Lava Tour Dilakukan Lebih Intensif

"Hasil pemantauan di laut hewan ini sudah mulai terlihat dan berpotensi ke pinggir. Hal ini terjadi karena kondisi di laut dingin sehingga ubur-ubur mencari tempat yang hangat di kawasan pantai, memang saat ini belum banyak jumlahnya tetapi tetap waspada," katanya.

Menurutnya bentuk dari ubur-ubur menarik wisatawan untuk menyentuh terutama bagi anak-anak, ia mengimbau jika wisatawan menemui hewan bentuk dan warna yang unik untuk tidak menyentuh karena bisa menyengat.

"Efeknya jika tersengat mulai dari gatal-gatal, panas, lalu juga bisa mengakibatkan sesak nafas, kami sudah menyiapkan asam cuka sebagai penawar racunnya. Harapannya pengunjung waspada karena sampai sekarang sudah ada beberapa korban yang tersengat ubur-ubur,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved