Pendidikan

Mahasiswa UNY Ciptakan Eco Culture Fashion

Eco Culture Fashion ini memanfaatkan tumbuhan sekitar seperti tumbuhan perdu atau tumbuhan liar yang disusun membentuk suatu motif tertentu.

Mahasiswa UNY Ciptakan Eco Culture Fashion
istimewa
Mahasiswa UNY yang membuat karya Eco Culture Fashion 

TRIBUNJOGJA.COM - Indonesia dikenal memiliki banyak warisan benda maupun warisan tak benda peninggalan nenek moyang.

Satu diantaranya adalah kain tradisional.

Jenis dan bahan dari kain tradisional peninggalan nenek moyang sendiri juga bermacam-macam.

Ada kain batik, lurik, gringsing, endek dan yang lainnya.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Untuk menjaga agar kain tradisional ini tetap diminati masyarakat zaman sekarang, sekelompok mahasiswa UNY merancang Eco Culture Fashion yang memberikan nuansa baru pada tenun tradisional yang tidak dimiliki kain tenun pada umumnya.

Sekelompok mahasiswa UNY tersebut terdiri dari Khoir Nur Arifah prodi Manajemen, Ahmad Febriyanto dari Prodi Kebijakan Pendidikan, Dwi Martanti Cahya Imani dari Prodi Akuntansi serta Miftahul Annisah Nurfitria dan Chomsatun Rispa Cendana dari Prodi Pendidikan Teknik Busana.

Khoir Nur Arifah, menerangkan, Eco Culture Fashion ini memanfaatkan tumbuhan sekitar seperti tumbuhan perdu atau tumbuhan liar yang disusun membentuk suatu motif tertentu yang menggambarkan cerita rakyat sebagai upaya untuk melestarikan budaya bangsa.

"Eco Culture Fashion sendiri merupakan inovasi tenun tradisional yang dibuat agar tenun tradisional tetap eksis dan diminati masyarakat," terangnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Keunggulan dari Eco Culture Fashion ini yakni terletak pada motif tenun, yang mana motifnya terbuat dari tanaman perdu yang dinilai menjadi tanaman pengganggu oleh masyarakat.

Kampung Batik Giriloyo Raup Pendapatan Rp 1,2 Miliar Sepanjang Tahun 2018

"Motif tersebut dihasilkan dari proses pewarnaan dengan teknik ecoprint yang aman bagi kulit maupun lingkungan karena menggunakan bahan alami dan tidak menghasilkan limbah hasil pewarnaan yang berbahaya," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved