Yogyakarta

Kulit Ketupat, Rejeki Dua Hari Sebelum Lebaran

Emperan toko kelontong yang tutup dimanfaakan oleh perajin kulit ketupat untuk menjajakan dagangannya.

Kulit Ketupat, Rejeki Dua Hari Sebelum Lebaran
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Arie H
Potret penjual kulit ketupat yang mengais rejeki dua hari menjelang Lebaran di Pasar Pakem 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Salah satu yang identik dengan Idul Fitri adalah hidangan makanan dengan ketupat.

Bagi mereka yang tidak bisa menganyam ketupat, maka solusinya adalah membelinya.

Hal itu pun dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Seperti yang terlihat di sudut pasar Pakem.

Emperan toko kelontong yang tutup dimanfaakan oleh perajin kulit ketupat untuk menjajakan dagangannya.

Agar daun tetap segar, mereka menganyam ketupat itu di lapak dadakan mereka.

Berkah Lebaran, Pengrajin Bungkus Ketupat Musiman Raup Omzet Rp200 Ribu Perhari

Seperti yang dilakukan Hendro (62) warga Wukirsari, Cangkringan yang mengajak tiga orang keluarganya berdagang kulit ketupat.

"Tiap Lebaran pasti bikin ketupat, saya sudah berjualan belasan tahun. Biasanya ramai pembeli sehari sebelum Idul Fitri," ujarnya Senin (6/3/2019)

Untuk bahannya, ia mencari dari pohon kelapa yang tumbuh di kampungnya.

Ketupat itu kemudian ia jual Rp 10 ribu per 10 buahnya.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved