Gunungkidul

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Tamin (48) warga Permata Biru, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, memilih menggunakan sepeda. Saat ditemui di Masjid Al Huda, Patuk, Kabupaten Gunungkidul Senin (3/6/2019) 

Untuk keamanan, sepeda tersebut juga dilengkapi dengan lampu penerang sehingga saat bersepeda malam hari terlihat oleh pengguna kendaraan lainnya.

Di bagian depan ada kertas yang bertuliskan "Gowes Mudik ke-11 Bandung - Bendung (Semin Gunungkidul 31-03 Juni 2019."

"Saya banyak berjalan malam untuk menghindari panas," ujarnya Senin (3/6/2019).

H-2 Lebaran, Volume Kendaraan Pemudik Melintas di Kulon Progo Masih Tinggi

Selama perjalanan mudik dengan mengayuh sepeda, Tamim mengaku tidak sekali pun ia meninggalkan puasa.

Ada trik khusus selama mengayuh ratusan kilometer agar tidak membatalkan puasa, salah satunya jika sudah lelah dirinya akan beristirahat di posko mudik terdekat atau masjid sambil menjalankan ibadah.

Dia menargetkan hari ini tiba di kampung halamannya.

Pedagang makanan di wilayah Jawa Barat ini mengaku memiliki hobi bersepeda sejak lama.

Bahkan ia sudah 11 kali pulang ke kampung halamannya dengan mengayuh sepeda, yakni lima kali saat mudik lebaran dan enam kali saat pulang liburan.

"Selama mengayuh sepeda intinya jangan sampai membatalkan puasa. Tantangannya hanya satu, jangan keluar keringat banyak," katanya.

"Awalnya dulu sebelum mudik, latihan menanjak selama tiga bulan. Tadi nanjak kelihatan agak lambat karena lemes saja," ucapnya.

Tips Memilih Makanan Agar Tetap Langsing Saat Lebaran

Halaman
123
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved