Gunungkidul

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Tamin (48) warga Permata Biru, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, memilih menggunakan sepeda. Saat ditemui di Masjid Al Huda, Patuk, Kabupaten Gunungkidul Senin (3/6/2019) 

Kisah Tamin, Pemudik yang Pulang ke Gunungkidul Pakai Sepeda Onthel, Tak Pernah Tinggalkan Puasa

TRIBUNJOGJA.COM - Mudik lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap kali Idul Fitri.

Masyarakat Indonesia, terutama umat muslim berbondong-bondong untuk pulang kampung guna bertemu dengan keluarga.

Ada yang menggunakan kendaraan umum, mobil pribadi, pesawat hingga kereta api.

Namun tak jarang pula ada yang memilih sepeda kayuh untuk mudik lebaran.

Seperti yang dilakukan oleh Tamin (48), warga Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini.

Tamin memilih mengayuh sepeda untuk mudik ke kampung halamannya di Dusun Ndawe, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Saat ditemui Kompas.com di Masjid Al Huda, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Tamin baru saja selesai mandi.

Jaga Keamanan Saat Lebaran, Polres Kulon Progo Terjunkan Tim Patroli

Setelah berganti baju dan merapikan diri, dia mulai bercerita jika berangkat dari Bandung dengan mengayuh sepeda sejak Jumat (31/5/2019) lalu.

Menggunakan sepeda merk Federal yang catnya sudah kusam dan mengelupas di beberapa bagian, dirinya ingin kembali ke kampung halamannya yang sudah ditinggalkan sejak tahun 1991 silan.

Barang bawaan Tamim seperti baju, peralatan pribadi hingga air minum diletakkan di bagian depan dan belakang sepeda kayuh warna biru miliknya.

Halaman
123
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved