Breaking News:

Yogyakarta

Bikin Tidak Tenang, Wisnu Enggan Jual Obat Mercon

Upaya penertiban besar-besaran yang dilakukan oleh aparat berwajib mulai pedagang besar sampai kecil makin membatasi ruang peredaran petasan.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
istimewa
Wisnu, penjual kembang api di Jl Kusumanegara, Yogyakarta saat melayani pembeli. 

Harus diakui Wisnu, menjual petasan dan obat mercon mungkin saja akan tetap dilakukan oleh segelintir orang.

Salah satu sebabnya, profit yang didapat begitu fantastis.

Gambaran keuntungan menjual obat mercon bisa mencapai 300 persen dari modal awal.

Beda dengan kembang api yang tak sampai angka tersebut.

Pawai Takbir di Bantul Dibatasi Sampai Jam 11 Malam

Wisnu paham betul betapa bisnis obat mercon ini sangat menjanjikan.

Terlebih, saat Ramadan seperti ini.

Wisnu, penjual kembang api di Jl Kusumanegara, Yogyakarta saat melayani pembeli.
Wisnu, penjual kembang api di Jl Kusumanegara, Yogyakarta saat melayani pembeli. (istimewa)

“Saya tahu, wong saya juga pernah jual obat mercon. Lumayan lama ya. Baru tahun 1980-1985 saya pelan-pelan mengurangi menjual obat mercon sampai sekarang. Jadi sekarang cuma jual kembang api,” kata Wisnu.

Alasan Wisnu tak lagi menjual petasan dan obat mercon karena razia yang kerap dilakukan petugas.

Meski enggan disebut pedagang besar, toko-toko kembang api yang menetap seperti milik Wisnu ini kerap jadi sasaran razia.

Apalagi, letaknya yang strategis di pinggir jalan dan ada di pusat Kota Yogyakarta.

Polsek Srandakan Amankan 800 Petasan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved