Bantul

Berkah Lebaran, Pengrajin Bungkus Ketupat Musiman Raup Omzet Rp200 Ribu Perhari

Berkah Lebaran, Pengrajin Bungkus Ketupat Musiman Raup Omzet Rp200 Ribu Perhari

Berkah Lebaran, Pengrajin Bungkus Ketupat Musiman Raup Omzet Rp200 Ribu Perhari
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Menjelang lebaran, pedagang bungkus ketupat musiman ramai menjajakan dagangannya di depan Pasar Bantul, Senin (3/6/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ketupat identik dengan hari raya. Tak heran jika menjelang lebaran, permintaan bungkus ketupat cenderung meningkat.

Kondisi ini membuat para pedagang bungkus ketupat musiman meraup omzet cukup besar. Perhari bahkan bisa mencapai Rp 200 ribu.

Kunem, 51 tahun, salah satunya. Warga Bantul ini mengaku setiap mendekati perayaan hari Raya Idul Fitri selalu menjajakan bungkus ketupat. Terhitung sudah lebih dari enam kali lebaran profesi musiman tersebut ia lakoni.

Bungkus ketupat terbuat dari janur, daun pohon kelapa yang masih muda. Dirangkai sesuai pola menggunakan tangan. Merangkai pola menjadi bungkus ketupat ini butuh ketrampilan. Tidak sembarang orang bisa.

Tips Memilih Makanan Agar Tetap Langsing Saat Lebaran

Satu bendel isi sepuluh bungkus ketupat hasil kreasi Kunem, dibanderol dengan harga Rp 10 ribu rupiah. Harga tersebut tidak pasti. Bisa ditawar apabila pembeli mengambil jumlah cukup banyak.

Menjelang lebaran seperti sekarang ini bungkus ketupat banyak diburu pembeli. Bahkan, dalam sehari, Kunem mengaku bisa menghasilkan Rp 200 ribu rupiah.

"Lumayan. Bisa buat tambahan ngasih uang lebaran buat anak cucu," katanya, lalu tersenyum.

Permintaan bungkus ketupat, diakui Kunem, biasanya hanya bertahan selama dua hari. Saat-saat menjelang lebaran. Setelah lebaran permintaan langsung mendadak sepi.

Sebagai ibu rumah tangga, Kunem tak mau menyia-nyiakan kesempatan lebaran. Setiap tahun, Ia rutin menjual bungkus ketupat di depan pasar tradisional Bantul. Modalnya, hanya ketrampilan tangan merangkai pola. Soal Janur, ia mengaku petik dari kebun di rumahnya sendiri.

Berkendara Jauh untuk Mudik, Jangan Lupa Istirahat setiap Dua Jam

Bagi Kunem, merangkai Janur menjadi bungkus ketupat merupakan pekerjaan yang sangat mudah. Terbukti, satu bendel mampu ia selesaikan hanya dalam waktu kurang lebih sepuluh menit saja.

Meskipun bisa dikerjakan dengan cepat. Sebelum menjajakan dagangan di pasar Bantul, Kunem mengaku selalu membawa dua sampai tiga bendel bungkus ketupat yang sudah jadi. 

"supaya pembeli tidak menunggu,"katanya.

Pengrajin lain, Wiji, 40 tahun, mengatakan hal yang sama. Menurutnya momen lebaran tidak boleh dilewatkan begitu saja. Sebisa mungkin harus dimanfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan.

Waiji mengaku sudah empat lebaran menjalani profesi sebagai penjual bungkus ketupat musiman. Hasil yang didapat menurutnya lumayan. "Biasanya laku 100 atau 200 ribu saya syukuri. Bisa buat beli baju lebaran," kata warga Pajangan itu. (Tribunjogja I Ahmad Syarifudin)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved