Sambut Idul Fitri, Pemkot Magelang Beri Tali Asih Anak Yatim, Santri, Ulama dan Penderita Thalasemia

Sambut Idul Fitri, Pemkot Magelang Beri Tali Asih Anak Yatim, Santri, Ulama dan Penderita Thalasemia

Sambut Idul Fitri, Pemkot Magelang Beri Tali Asih Anak Yatim, Santri, Ulama dan Penderita Thalasemia
Istimewa
Walikota Magelang Sigit Widyonindito memberikan paket sembako dan tali asih kepada anak-anak yatim piatu, santri, alim ulama dan penderita Thalasemia menjelang Idul Fitri 1440H, di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ratusan anak yatim, santri, alim ulama, hingga anak penderita thalasemia menerima paket Lebaran dan tali asih dari Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.

Bantuan diserahkan langsung oleh Walikota Magelang Sigit Widyonindito bersamaan dengan kegiatan buka bersama di Pendopo Pengabdian kompleks rumah dinas Walikota Magelang, Jumat (31/5/2019) malam.

"Janganlah dinilai dari besar kecilnya yang diterima, namun ini merupakan wujud kepedulian kita sebagai tanda tali asih agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri," ujar Sigit, disela-sela kegiatan.

Pemberian santunan tersebut rutin dilakukan Pemkot Magelang setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tahun ini bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang, Pemkot memberikan total santunan sebesar Rp 82,5 juta.

Libur Lebaran, Pelayanan Publik di Kota Magelang Tetap Buka

Pada kesempatan itu Sigit menyampaiakn apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat yang telah ikut mensukseskan program-program Pemkot Magelang, seperti jam belajar masyarakat, kampung organik, kampung antinarkoba, kota layak anak, serta penataan lingkungan sekitar agar tetap indah dan asri.

"Hal ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas, dilandasi masyarakat sejahtera dan religius," tuturnya.

Tidak lupa Sigit berpesan kepada seluruh elemen masyarakat menjadikan momen Ramadan dan Idul Fitri ini untuk memperkuat kebersamaan tanpa membedakan suku, ras, agama dan golongan.

Kemudian saling membantu antarsesama komponen masyarakat demi mencapai cita-cita bersama, serta menjaga iklim sejuk dan kondusif di Kota Magelang. (*)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved