Kota Yogya

Persiapan Ujicoba Pedestrian Malioboro Sudah Matang, Pemda DIY Sudah Sosialisasikan ke Pelaku Usaha

Persiapan Ujicoba Pedestrian Malioboro Sudah Matang, Pemda DIY Sudah Sosialisasikan ke Pelaku Usaha

Persiapan Ujicoba Pedestrian Malioboro Sudah Matang, Pemda DIY Sudah Sosialisasikan ke Pelaku Usaha
Tribunjogja/ Noristera Pawestri
Kawasan Malioboro yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, Senin (24/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi DIY menyebut uji coba pedestrian Malioboro yang akan digelar pada pertengahan Juni ini sudah direncanakan dengan matang.

Uji coba ini nantinya untuk mengetahui bagaimana rekayasa jalur yang ideal dan dampak dari penataan ini.

"Rencananya memang Malioboro bebas dari kendaraan. Konsepnya kan pedestrian sehingga kendaraan bermotor pun tidak boleh melintas kecuali bus Trans Jogja, " ujar Sekda DIY, Gatot Saptadi, Minggu (2/6/2019).

Gatot menjelaskan, konsep tidak ada kendaraan bermotor yang melintas ini tentunya akan berpengaruh pada manajemen lalu lintas dan juga aspek lain.

Untuk itu, simulasi sekitar dua sampai tiga hari ini akan mengetahui titik mana yang berdampak dan juga tentang penataan lalu lintas kedepannya.

Pengusaha Tolak Wacana Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor

"Dari segi lalu lintas ditata dan jika dilihat dampaknya berpengaruh pada manajemen lalu lintas. Hal ini harus dilihat secara menyeluruh, tidak bisa persegmen," jelasnya.

Konsep pedestrian ini, tentu saja harus dibarengi dengan penataan di Malioboro. Utamanya adalah para pedagang kaki lima yang mencari uang di sisi barat dan sisi timur.

Untuk PKL di sisi barat, nantinya akan ditata dengan menghadap ke luar jalan atau menghadap ke toko. Di sisi barat ini, PKL yang mendominasi adalah para penjual cendera mata, kerajinan ataupun kain batik.

"Kedepan tidak ada lagi PKL nempel di toko. Untuk PKL sisi timur pun nanti akan ditata, kami masih menunggu perkembangan eks bioskop Indra dan pasar sore, " jelasnya.

Kapolda dan Gubernur DIY Dukung Uji Coba Pedestrian Malioboro

Dia menegaskan, untuk sisi timur, para pedagang pun akan ditata agar tidak ada lagi PKL yang berjualan di depan kantor dewan dan kantor pemerintahan lainnya. Penataan ini nantinya akan menjadi wewenang dari Pemkot Yogyakarta.

" Targetnya setelah semua tertata. Nanti harus juga dibarengi dengan kesiapan kantong parkir. Nanti juga bisa ada kesenian di kawasan pedestrian ini, termasuk memanfaatkan momen Selasa Wage, " urainya.

Pihaknya pun menyebut jika rencana uji coba ini dilaksanakan dengan perencanaan matang. Salah satunya adalah pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan pelaku usaha di kawasan Malioboro.

" Sudah ada sosialisasi meski secara tertutup. Ada tiga unsur pelaku usaha yang sudah mempunyai komitmen bersama karena menyangkut ekonomi mereka, " jelasnya.

Hiswana Migas DIY Siagakan 5 SPBU Kantong untuk Pasok BBM Jika Terjadi Kekurangan

Diantaranya, karena dengan steril kendaraan bermotor akan ada kekhawatiran pengunjung berkurang. Namun, pemerintah tetap menyiapkan kantong parkir di sirip-sirip Malioboro.

"Konsep pedestrian ini juga harus disadari sebagai upaya penataan. Di luar negeri sana, ruang publiknya pun hampir sama dengan konsep ini, " ujarnya. (Tribunjogja I Agung Ismiyanto)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved