Pemda DIY Sepakati 12 Program Sinergi Untuk Perluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah

Pemda DIY Sepakati 12 Program Sinergi Untuk Perluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah

Pemda DIY Sepakati 12 Program Sinergi Untuk Perluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi DIY ikut menyepakati 12 program sinergi untuk mendorong inovasi dan memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah. 

Program sinergi yang disepakati difokuskan pada tiga area, yaitu Bantuan Sosial (Bansos), Transaksi Pemerintah Daerah, dan Transportasi.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menjadi wakil dari Pemprov DIY yang menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) pada Jumat (28/05/2019) di Jakarta.

Adapun tema yang diangkat ialah 'Inovasi dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah dalam rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Transformasi Digital'.

Persiapan Ujicoba Pedestrian Malioboro Sudah Matang, Pemda DIY Sudah Sosialisasikan ke Pelaku Usaha

" Elektronifikasi merupakan upaya untuk mengubah cara bertransaksi di masyarakat dan diharapkan dapat memperluas akses keuangan, memperkuat kesehatan fiskal dan meningkatkan efisiensi ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, " ujarnya dalam keterangan tertulis,  akhir pekan lalu. 

Rapat Koordinasi ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Gubernur Bank Indonesia, serta dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, perwakilan Menteri Sosial, perwakilan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, pejabat kementerian/lembaga terkait, serta sejumlah kepala daerah tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota.

Hiswana Migas DIY Siagakan 5 SPBU Kantong untuk Pasok BBM Jika Terjadi Kekurangan

Adapun 12 program sinergi yang menjadi prioritas bersama Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan diantaranya mempercepat perluasan penyaluran Bansos non tunai dengan prinsip 6T (Tepat sasaran, Tepat waktu, Tepat jumlah, Tepat kualitas, Tepat harga, Tepat adminisitrasi) melalui inisiatif. Lalu, sinergi dengan peningkatan kualitas data KPM melalui penggunaan NIK sebagai unique ID Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam rangka integrasi Bansos dan subsidi, serta implementasi biometrik sebagai alternatif sarana autentikasi yang diawali dengan pilot project.

Sinergi selanjutnya, perluasan program bansos non tunai dan ketersediaan infrastruktur sistem pembayaran, termasuk di wilayah blank spot, antara lain menggunakan EDC offline atau teknologi VSAT, dan peningkatan edukasi dan pemberdayaan KPM melalui sosialisasi bersama, pelatihan kewirausahaan serta pengelolaan keuangan dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

"Sinergi selanjutnya, mendorong inovasi dan perluasan elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah sesuai prinsip aman, efisien, dan terjangkau melalui inisiatif, "imbuhnya. (Tribunjogja I Agung Ismiyanto)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved