Breaking News:

Hari Ini, Diperingati Sebagai Hari Lahir Pancasila, Ini Bedanya dengan Hari Kesaktian Pancasila

Hari lahir Pancasila berbeda dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Hari Lahir Pancasila 

Kemenangan dan keberhasilan, inikah yang kemudian dinamakan kesaktian Pancasila?

Orba sangat piawai dalam meracik Pancasila sebagai senjata ampuh dalam upaya menggapai kekuasaan, yaitu sebagai pihak yang mempunyai tafsir tunggal Pancasila.

Maka tidak mengherankan upaya-upaya mempancasilakan warga begitu getol dilakukan, mulai penataran P4 hingga pembentukan lembaga dan ormas yang berembel-embel dengan nama Pancasila.

Bila ada lawan politik yang membahayakan kekuasaan, tidak jarang mereka dituduh sebagai anti-Pancasila dan di-PKI-kan.

Kata-kata inilah yang sangat ampuh untuk melumpuhkan pihak-pihak yang tidak disukai.

Upaya-upaya indoktrinasi yang dilakukan selama 32 tahun ternyata tidak mampu menyentuh kesadaran dan pemahaman publik atas dasar negara.

Selama ini rakyat lebih memaknai Pancasila sebagai konsepsi dan perjuangan alat politik penguasa.

Pancasila yang merupakan ideologi yang hidup dalam jiwa dan kehidupan rakyat Indonesia yang digali oleh Soekarno telah dimonopoli penguasa Orba dengan memberikan tafsir tunggal sesuai keinginannya yang mengarah ke otoritarian.

Sikap otoriter menjadi penyebab munculnya gerakan Reformasi 1998 yang meruntuhkan rezim Orba.

Bila dahulu rezim Orba menahbiskan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila, pertanyaannya, kapan Pancasila akan menunjukkan kembali kesaktiannya?

Kesaktian Pancasila tidak memerlukan hal-hal yang sifatnya formal, seperti penerbitan SK ataupun peringatan-peringatan.

Nilai dan Prinsip Pancasila

Pancasila sebagai nilai yang sudah hidup ratusan tahun dan mengakar dalam jiwa bangsa Indonesia.

Ia ada dalam alam kesadaran masyarakat sebagai alam sadar orang akan tergerak melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat seperti halnya menjaga kebersamaan, prinsip-prinsip nilai kebenaran dan keadilan.

Pada masa Orba, Pancasila digerakkan dari atas melalui program- program yang telah dirumuskan pemerintah, top down.

Di era reformasi, negara hampir jarang menyebut kata Pancasila, terlebih membuat program yang berbau Pancasila.

Pancasila sengaja dibiarkan tanpa ada perhatian yang serius dari negara.

Di saat seperti itulah, muncul keunikan bangsa ini, yaitu nilai-nilai Pancasila terus hidup sebagai akar falsafah bangsa.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved