Bawaslu DIY Serahkan Santunan Kematian Sebesar Rp36 Juta

Penyerahan tersebut dilakukan seusai menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Bawaslu DIY Serahkan Santunan Kematian Sebesar Rp36 Juta
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, didampingi ahli waris penerima santunan kematian 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bawaslu DIY menyerahkan santunan kematian Pengawas Pemilu Kecamatan yang gugur dalam tugas, Sabtu (1/6/2019).

Penyerahan tersebut dilakukan seusai menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, mengatakan bahwa penyerahan santunan ini dilakukan secara simbolik kepada salah satu Panwaslucam Mlati Sleman yakni Almarhum Hasto Budiman.

Besarnya santunan yang diberikan senilai Rp36 juta.

"Santunan ini bukan untuk mengganti nyawa, tapi bentuk perhatian kami kepada pejuang demokrasi dalam Pemilu 2019 ini," katanya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa membeberkan data terkait berapa orang yang meninggal selama bertugas dalam Pemilu 2019 lalu.

Bawaslu DIY akan mengumpulkan dokumen pendukung dan melakukan verifikasi kebenaran faktual tentang jumlah petugas yang gugur tersebut.

"Untuk data, belum bisa disampaikan. Kalau sakit dari Januari sampai Mei ada 27 orang dan yang meninggal 2 orang. Kemarin ada tambahan meninggal 1 orang tapi di luar jangka waktu yang ditetapkan," ucapnya.

Bagus mengatakan, untuk Pengawas TPS yang bekerja sejak 25 Maret hingga 30 April, apabila sakit di rentang tersebut maka bisa melakukan klaim.

Sementara untuk Pengawas Desa dan Panwaslucam terakhir 31 Mei 2019.

"Pengawas TPS dilantik 25 Maret dan bertugas sampai 24 April. Tapi diperpanjang sampai 30 April kalau memang sakit," ucapnya.

Adapun besaran santunan bagi pejuang demokrasi yang meninggal dunia adalah Rp 36juta, sakit berat termasuk cacat Rp 26juta, sedang Rp 16juta, dan ringan Rp 8 juta.

"Terkait penyebab kematian yang masuk ke kami kalau Pak Budiman ada virus di kepala. Ada pengawas di Girimulyo Purwosari Panwas Desa yakni Thomas Slamet Riyadi yang kecapekan dan angin duduk, dan yang terakhir bekas Pengawas TPS meninggal karena sesak nafas," sebutnya. (*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved