Breaking News:

Yogyakarta

YIA Dipasang Alat Automatic Weather System Buatan BMKG

Automatic weather observation system ialah alat yang dibutuhkan untuk kepentingan take off dan landing pesawat.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyiapkan informasi terkini mengenai cuaca selama arus mudik. 

Informasi ini nantinya bisa diunduh melalui telepon seluler dan memudahkan para pemudik untuk mengetahui cuaca

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk menginstal aplikasi mobile phone info BMKG.

Dari aplikasi itu BMKG sudah menyiapkan secara khusus peta jalur mudik. 

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Menurutnya,  aplikasi ini akan memuat informasi mengenai cuaca dan update terbaru dari BMKG

"Jadi di jalur mudik cuacanya seperti apa itu kan berbeda dengan di tempat lain. Kami akan berikan setiap 6 jam akan ada update, jadi ini real time,"  jelasnya  baru-baru ini. 

Dia menambahkan,  jika sewaktu-waktu akan terjadi cuaca ekstrem, puting beliung, angin kencang, hujan deras, 3 jam sebelum kejadian akan diinformasikan melalui aplikasi itu ataupun social media.

Selain itu, Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.  

"Puntung rokok ini bisa menyulut kebakaran, ini yang paling penting," jelasnya. 

Adapun, persiapan alat mitigasi bencana pun sudah dilaksanakan. 

Untuk bandara YIA, pihaknya sudah memasang pula satu alat automatic weather observation system. 

Antisipasi Gempa Bumi, BMKG Pasang Alat Deteksi di Sekitar Kawasan Bandara YIA Kulon Progo

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, automatic weather observation system ialah alat yang dibutuhkan untuk kepentingan take off dan landing pesawat.

Yang akan dipasang ini adalah alat automatic weather observation system pertama hasil karya dalam negeri.

“Alat ini made in BMKG, dan jadi yang pertama di Indonesia yang menggunakan alat dalam negeri karena biasanya impor,” imbuhnya.

Automatic weather observation system berguna untuk mengukur kecepatan angin, potensi angin membahayakan, tekanan udara, jarak pandang, potensi kilat, kelembaban, arah angin, tinggi-rendah awan, dan lain-lain.

Rencananya akan dipasang dua alat yakni di kedua ujung runway YIA.

Alat yang sudah ada saat ini baru di segmen tengah runway.

“Dengan terpasangnya berbagai alat ini, harapannya akan makin rapat pula jaringan peralatan, sehingga informasi tentang kebencanaan bisa diberikan secara cepat, tepat, serta lebih akurat. Untuk gempa bumi misalnya, targetnya adalah dalam waktu tiga menit setelah guncangan terjadi, informasi sudah dapat diterima. Semoga kita lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” imbuhnya.

Pihaknya memang berupaya untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di DIY.

Penjelasan BMKG Seputar Fenomena Bun Upas atau Embun Membeku di Kawasan Dieng

Hal ini dilakukan untuk semakin meminimalisir dampak bencana di DIY, di mana DIY tergolong sebagai daerah rawan bencana.

Upaya memperkuat mitigasi ini dilakukan dengan pemasangan berbagai alat pendeteksi awal bencana di kawasan - kawasan rawan bencana di DIY.

BMKG sudah memasang radar untuk mitigasi dan informasi cuaca di Kecamatan Mlati, Sleman.

Selanjutnya, akan dipasang satu radar lagi di sekitar Pantai Parangtritis.

Namun, radar yang akan dipasang ini kegunaannya untuk memonitor atau mendeteksi dini tsunami.

“Saat ini, baru persiapan pemasangan radarnya. Selain itu, sebelumnya kami juga sudah memasang dua alat di Pundong dan Piyungan yang fungsinya untuk memperkirakan gempa. Caranya adalah dengan mendeteksi adanya gelombang radioaktif yang dipancarkan dari dalam bumi, sehingga bisa diperkirakan jika ada anomali dapat diperkirakan akan ada gempa bumi,” imbuhnya.

Selanjutnya, Rita mengungkapkan, pihaknya akan menambah peralatan untuk merapatkan jaringan pemantauan gempa bumi di DIY agar lebih akurat.

Salju Pertama di Dieng Terjadi Hari Ini, Begini Penjelasan BMKG

Peralatan baru ini dilakukan dengan menambah mini broadband di dua titik pemasangan baru, yakni di patahan Kali Opak-Oyo, Bantul dan di Gunungkidul.

Harapannya, getaran-getaran yang belum dapat terdeteksi, bisa terdeteksi.

“Kami juga akan memasang intensitimeter, saat ini sudah ada 10, tapi akan menambah dua lagi, semuanya di YIA. Lokasinya nanti di lantai tertinggal gedung terminal. Kami juga akan memasang instrumen yang sifatnya untuk dapat mengetahui intensitas guncangan gempa bumi di YIA. 

Djoko budiyono, Kepala Kelompok data dan  informasi BMKG Staklim Mlati Yogyakarta menjelaskan, masyarakat bisa mengunduh info BMKG

Aplikasi ini bisa diunduh di ponsel berbasis android.  

"Masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG DIY membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui call center 0274-2880151/52 atau follow @StaklimJogja," jelasnya.  (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved