Pendidikan

UGM, KOBI dan WWF Indonesia Inisiasi Pembentukan Komite Indeks Biodiversity Indonesia

Fakultas Biologi UGM menggandeng Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dan Yayasan WWF Indonesia menginisiasi pembentukan komite Indeks Biodiversity Ind

UGM, KOBI dan WWF Indonesia Inisiasi Pembentukan Komite Indeks Biodiversity Indonesia
Istimewa
Penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Fakultas Biologi UGM dengan Yayasan WWF Indonesia dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk bidang lingkungan hidup. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fakultas Biologi UGM menggandeng Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dan Yayasan WWF Indonesia menginisiasi pembentukan komite Indeks Biodiversity Indonesia.

Pembentukan komite ini bertugas untuk menghimpun data kenekaragaman hayati indonesia sebagai salah satu pedoman kebijakan pembangunan keberlanjutan untuk konservasi kekayaan hayati.

Dekan Fakultas Bioklogi UGM Dr Budi Daryono yang menjabat sebagai Ketua Umum KOBI mengatakan, Indonesia dikenal oleh dunia sebagai negara megabiodiversity dengan keunikan alam dan beragam budaya.

YIA Dipasang Alat Automatic Weather System Buatan BMKG

Namun dalam pengelolaan aset keanekaragaman hayati, saat ini terjadi penurunan status keanekaragaman hayati akibat  pertumbuhan penduduk dan peningkatan jumlah konsumsi serta perdagangan beragam tumbuhan dan satwa liar sebagai salah satu komoditas.

"Untuk dapat memahami dengan baik status keanekaragaman hayati diperlukan indikator pengukuran yang konsisten," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (30/5/2019).

Lanjutnya, indeks keanekaragaman hayati indonesia (IBI) ini diharapkan bisa menjadi alat ukur yang menggambarkan status keanekaragaman hayati dengan target pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

”Metode yang dikembangkan mengacu pada living planet indexs yang telah digunakan sebagai alat ukur kenekaragaman hayati global,” ujarnya.

Biomart, Minimarket Milik Fakultas Biologi UGM Jual Bibit Anggrek

CEO Yayasan WWF Indonesia Rizal Malik mengatakan terjadi jumlah penurunan signifikan dari kenekaragaman hayati Indonesia dari tahun 1970 hingga 2014.

Meski demikian, penurunan keanekaragam hayati ini belum menjadi perhatian media, pemerintah dan pihak lembaga internasional.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved