Nasional

Mahfud MD Sebut Umat Islam Punya Andil Sepakati Konsep Kebangsaan Indonesia, Wajib Dijaga

Mahfud MD Sebut Umat Islam Punya Andil Sepakati Konsep Kebangsaan Indonesia, Wajib Dijaga

Mahfud MD Sebut Umat Islam Punya Andil Sepakati Konsep Kebangsaan Indonesia, Wajib Dijaga
Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho
Tokoh nasional dan Mantan Ketua Mahkamah Konstistusi sekaligus Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) dalam dialog kebangsaan di Universitas Alma Ata Yogyakarta, Rabu (29/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mahfud MD menyebut umat Islam merupakan salah satu bagian yang ikut menyepakati konsep kebangsaan Indonesia melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berpedoman Pancasila.

Hal ini ia utarakan dalam Dialog Kebangsaan para cendekiawan dan tokoh universitas DIY di Universitas Alma Ata Yogyakarta, Rabu (29/5/2019) sore.

"Makanya karena umat islam turut mendirikan bangsa ini wajib hukumnya bagi umat Islam ikut menjaga bangsa Indonesia ini tetap eksis dari rencana dan konsep semula," kata Mahfud di sela dialog.

UPDATE Kivlan Zen Tersangka, Mantan Sopirnya Ternyata Miliki Senpi Ilegal

Umat Islam, kata Mahfud, sepatutnya punya tanggung jawab ikut menjaga agar bangsa Indonesia, harus tetap dalam pluralisme, majemuk dan bersatu dalam keperbedaan dan bhineka tunggal ika.

Kesepakatan kala itu, lanjut Mahfud, juga tak terlepas dari yang namanya pertarungan politik.

Kala itu, lanjutnya, memang ada keinginan untuk mendirikan negara berdasar agama, negara kebangsaan, negara berbentuk kerajaan bahkan negara sekuler.

Namun para tokoh kala itu termasuk umat Islam telah menyepakati bahwa Indonesia memilih negara kebangsaan yang tidak meninggalkan agama dalam pedoman kebangsaannya.

Pasca Ricuh 21 Mei, Cendekiawan di Yogyakarta Ajak Masyarakat Jaga Kesatuan Bangsa

"Akhirnya ketemu di tengah, Bung Karno tak lagi berbicara soal negara tanpa agama dan tokoh lainnya tak lagi berbicara negara agama tapi negara yang berketuhanan," sebut Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

"Di situlah umat Islam terikat, karena kesepakatan itu kalau menurut agama harus ditaati, umat Islam sudah sepakat mendirikan negara kebangsaan dimana negara ini dibangun bersama, didirikan bersama dari seluruh suku bangsa, dari berbagai agama sebagai satu kesatuan," tambahnya.

Dari kesepakatan dan kesadaran pluralnya bangsa dan banyaknya suku bangsa dan agama, maka dipilihlah cara demokrasi untuk menjalankan pemerintahan.

"Salah satu wujud nyata dari demokrasi itu adalah pemilu, maka kita harus terikat dari proses-proses pemilu ini," terangnya. (Tribunjogja I Wahyu Setiawan Nugroho)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved