Nasional

Ketua PP Muhammadiyah : Jangan Ada Penggerakan Massa Lagi

Semua pihak harus bersama-sama mencegah adanya mobilisasi massa yang berpeluang menimbulkan kerusuhan.

Ketua PP Muhammadiyah : Jangan Ada Penggerakan Massa Lagi
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Haedar Nashir saat memberikan sambutan dalam silaturahmi pimpinan pusat Muhammadiyah dengan Awak Media yang diadakan di Pimpinan Pusat Muhammadiyah kantor Yogyakarta pada Kamis (30/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Paska kontestasi Pemilihan Umum yang sudah berlangsung pada 17 April 2019 lalu, serta berkaca dari adanya kerusuhan yang terjadi pada 21-23 Mei 2019 di beberapa titik, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpesan agar jangan ada penggerakan massa lagi di masa yang akan datang.

Haedar menyampaikan jika semua pihak harus bersama-sama mencegah adanya mobilisasi massa yang berpeluang menimbulkan kerusuhan.

"Memang kita harus segera, dalam arti secara kolektif bersama dengan yang lain untuk mencegah mobilisasi massa yang punya peluang pada kerusuhan," terangnya saat berdialog dengan wartawan di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kantor Yogyakarta pada Kamis (30/5/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Haedar mengungkapkan kunci dari semua hal tersebut ada di elit.

Masyarakat sebenarnya sudah diam, namun elit inilah yang masih memiliki geliat dalam hasrat politik.

Menurutnya, kerusuhan yang sempat terjadi beberapa saat lalu harusnya bisa menjadi pelajaran yang berharga dan jangan sampai diulang kembali.

"Kerusuhan yang kemarin menjadi pelajaran yang terpenting untuk tidak diulangi. Kuncinya di para elit. Himbauan anggotanya dan pendukungnya untuk sudah cukup kita selesaikan masalah ini di ranah hukum, tidak di ranah politik massa," ungkapnya.

Bukan hanya itu, pertemuan antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat untuk bisa menyelesaikan permasalah yang ada juga dirasa penting.

Haedar menambah, ada dua hal yang terpenting yang harus dilakukan, pertama mencegah kedaruratan untuk menegakan kemaslahatan.

PP Muhammadiyah Sebut Parpol Punya Tanggung Jawab Jika Bangsa Retak Pasca-Pemilu

Kedua mengutamakan yang terpenting dari yang penting.

"Sekarang sampai nanti pengumuman MK apasih yang paling diutamakan oleh kita, yakni mencipta kondisi yang kondusif. Kami juga menghimbau agar penegakan hukum juga mekanisme betul mengindahkan situasi nasional yang sekarang ini," katanya.

Bukan hanya itu, Haedar juga berharap kepada organisasi keagamaan agar bisa memposisikan diri dan tidak terlibat dalam pertarungan politik.

Menurutnya, sekali saja organisasi keagamaan tersebut masuk, maka akan sulit untuk tidak partisipan.

Mengenai media sosial di era saat ini, Haedar juga berpesan agar setiap orang bijak dalam menggunakan. Literasi media inilah yang menurutnya penting untuk dilakukan.

"Jangan jangan perang dunia ketiga timbul dari media sosial. Media sosial menjadi suatu yang penting. Menurut saya, yang radikal di media sosial lebih dominan kelompok menengah ke atas, bukan lagi usia milenial," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved