Nasional

Hadapi Dinamika Kebangsaan dan Perubahan Era, Haedar Nashir Beberkan 10 Sifat Muhammadiyah

Pedoman ini, kata Haedar, merupakan pedoman yang ditanamkan dalam pondasi sejak berdirinya Muhammadiyah.

Hadapi Dinamika Kebangsaan dan Perubahan Era, Haedar Nashir Beberkan 10 Sifat Muhammadiyah
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir saat berbicara kepada pers dalam silaturahim bersama awak media di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (30/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menghadapi dinamika politik yang saat ini tengah bergejolak di Indonesia ditambah perubahan zaman yang saat ini lebih cepat, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir membeberkan 10 sifat Muhammadiyah yang telah dijadikan pedoman berkebangsaan seluruh umat Muhammadiyah.

Pedoman ini, kata Haedar, merupakan pedoman yang ditanamkan dalam pondasi sejak berdirinya Muhammadiyah.

Sehingga menjadi sebuah karakter kuat dalam tubuh organisasi berlambang matahari tersebut.

"Muhammadiyah berkepentingan juga untuk mengajak masyarakat agar semakin cerdas, tumbuh menjadi masyarakat yang maju, berkarakter dan berkepribadian. Kita (Muhammadiyah) ingin berbagi karakter kepada masyarakat ditengah gelombang dinamika dan perubahan tersebut," kata Haedar dalam jumpa pers, buka bersama dan silaturahim bersama awak media di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (30/5/2019) sore.

PP Muhammadiyah Minta Tidak Perlu Ada Pengerahan Massa ke Jakarta

Haedar Nashir turut mengingatkan bahwa nilai-nilai keagamaan sepatutnya untuk terus diamalkan dalam konteks amaliyah (hubungan pribadi dengan tuhan) serta praktik berkebangsaan dan bernegara.

10 sifat Muhammadiyah dalam kepribadian yang dibeberkan Haedar diantaranya yakni:

1. Kepribadian Muhammadiyah itu beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
"Konsen pada damai dan kemakmuran yang artinya sejahtera," katanya.

2. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukuwah islamiyah.

Haedar menyebut, sebanyak mungkin kita mencari kawan. "Dan ukhuwah bukan retorika tapi kita mau berkomunikasi dengan kintas yang berbeda sekalipun," ujarnya.

3. Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran islam.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved