CEO Boeing Mengaku Gagal Selesaikan Masalah pada 737 MAX

CEO Boeing Dennis Muilenburg mengakui bahwa perusahaannya "sudah gagal" dalam menangani kecelakaan yang melibatkan 737 MAX

CEO Boeing Mengaku Gagal Selesaikan Masalah pada 737 MAX
IST/AFP PHOTO/STEPHEN BRASHEAR
Pesawat Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai uji coba terbang pertamanya di Seattle Washington, AS, 29 Januari 2016. 

TRIBUNJOGJA.COM - CEO Boeing Dennis Muilenburg mengakui bahwa perusahaannya "sudah gagal" dalam menangani kecelakaan yang melibatkan 737 MAX dan tidak mengomunikasikannya dengan regulator.

Dalam wawancara dengan CBS dikutip AFP Kamis (30/5/2019), CEO Dennis Muilenburg menjelaskan bahwa pesawat jet paling laris bakalan ditangguhkan setidaknya hingga akhir Agustus.

Muilenburg ditekan CBS tentang kegagalan memberitahukan kepada Badan Penerbangan AS (FAA) bahwa Boeing memutuskan tak mengaktifkan sinyal darurat.

Sinyal itu pada dasarnya bakal memberi peringatan kepada kru mengenai ketidaksesuaian sensor angle of attack (AOA) yang mencegah hidung pesawat menukik.

Sensor itu memberi data kepada Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Sistem pengaturan yang berhubungan dengan kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

FAA dilaporkan tidak mengetahui adanya perubahan keputusan itu hingga Lion Air jatuh pada 29 Oktober 2018, 13 bulan setelah Boeing menemukan isu itu.

Dalam kedua insiden itu, penyelidikan awal mengungkapkan MCAS membuat hidung pesawat menukik karena kesalahan pembacaan data, membuat pilot gagal mengendalikannya ketika lepas landas.

Muilenburg yang sebelumnya berulang kali menyatakan tidak ada kecacatan dalam desain 737 MAX, kini mengakui adanya kekurangan implementasi.

"Penerapan dari sensor AOA merupakan kesalahan. Komunikasi kami tidak berjalan seperti yang semestinya," kata CEO yang menjabat sejak 1 Juli 2015 itu.

Muilenburg juga meminta maaf kepada keluarga korban dan menegaskan percaya kepada 737 MAX dan tidak ragu membawa keluarganya bepergian dengan pesawat itu.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved