Kulon Progo

Buku Hujan Telah Jadi Logam Karya Penulis Kulon Progo Diluncurkan

Komunitas pegiat sastra Kulon Progo, Sastra-Ku menggelar peluncuran dan bedah buku berjudul Hujan Telah jadi Logam.

Buku Hujan Telah Jadi Logam Karya Penulis Kulon Progo Diluncurkan
istimewa
Penyerahan buku kepada Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Komunitas pegiat sastra Kulon Progo, Sastra-Ku menggelar peluncuran dan bedah buku berjudul Hujan Telah jadi Logam, Sabtu (25/5/2019) lalu di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulon Progo.

Buku karya Marwanto ini berisi refleksi peristiwa Reformasi 1998.

Dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (30/5/2019), disebutkan narasumber dalam acara itu yakni peneliti sastra dari Balai Bahasa Yogyakarta, Dhanu Priyo Prabowo dan penulis buku itu sendiri.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Acara dihadiri perwakilan DPK Kulon Progo serta berbagai komunitas pegiat seni dan sastra di Bumi Binangun tersebut.

Antara lain dari Komunitas Sastra-Ku, Sangsisaku, Forum Sastra Kulon Progo, Sanggar Bumi Menoreh, dan Sanggar Seni Beda Gaya.

Dhanu mengatakan meski bentuknya karya fiksi, buku ini bisa dijadikan refleksi atar peristiwa reformasi yang terjadi 21 tahun lampau itu.

Buku ini berisi kisah roman dua aktivis mahasiswa dengan mengambil latar belakang berupa peristiwa kerusuhan Mei 1998 dan di dalamnya terdapat riset tentang krisis politik yang terjadi di Indonesia kala itu.

"Riset menjadikan karya sastra enak dibaca, punya muatan sejarah dan pesan yang kuat," jelas Dhanu.

Jaringan Informasi Sekolah dan Ikatan Guru Indonesia DIY Luncurkan 20 Buku

Bagi Marwanto, buku Hujan Telah Jadi Logam ini merupakan karya keduanya yang terbit di tahun ini.

Sebelumnya, buku kumpulan esainya berjudul Byar juga telah diterbitkan pada awal tahun.

Sementara itu, Sekretaris DPK Kulon Progo, Tri Wahyudi menyambut baik inisiasi komunitas Sastra-Ku yang mengadakan kegiatan peluncuran dan bedah buku karya penulis Kulon Progo.

Apalagi, tingkat kegemaran membaca (TGM) di wilayah Kulon progo menduduki peringkat tertinggi se-DIY.

Namun, kondisi itu belum diikuti dengan gencarnya aniko penulisan dan penerbitan buku sehingga jumlah buku yang dihasilkan penulis lokal terhitung masih jarang.

"Ke depan kita perlu terus mendorong penulis Kulon progo untuk produktif berkarya sehingga TGM yang tinggi itu juga untuk membaca karya penulis Kulon Progo," kata Tri Wahyudi.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved