Kesehatan

WHO Putuskan Kecanduan Game sebagai Gangguan Mental

Gangguan ini baru terjadi ketika kebiasaan bermain game mengganggu kehidupan mereka.

WHO Putuskan Kecanduan Game sebagai Gangguan Mental
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
Ilustrasi: Sejumlah gamers bermain game online di salah satu game center di Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM – Gangguan bermain game oleh WHO telah secara resmi dimasukkan sebagai salah satu kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis secara medis.

Keputusan ini dituangkan dalam International Classification of Diseases edisi terbaru atau ICD-11.

Badan Kesehatan Dunia tersebut menjelaskan bahwa gangguan game harus didiagnosis dengan penuh kehati-hatian.

Seseorang yang selalu bermain game tidak bisa serta merta dianggap telah kecanduan.

Gangguan ini baru terjadi ketika kebiasaan bermain game mengganggu kehidupan mereka.

Dalam ICD-11, WHO menulis bahwa gangguan bermain video game adalah “pola bermain game yang terus-terusan atau berulang” di mana orang tersebut kehilangan kontrol akan perilakunya.

Kecanduan PUBG, Ibu Muda Ingin Ceraikan Suaminya dan Ingin Hidup Bersama Partner Bermain Game Online

Seseorang yang mengalami gangguan ini menjadikan bermain game sebagai prioritas di atas aktivitas lainnya, dan terus bermain meski mengalami konsekuensi negatif, seperti kerusakan hubungan dengan keluarga, hubungan sosial, pekerjaan dan lainnya.

Gejala ini harus dialami setidaknya selama setahun sebelum seseorang dapat didiagnosis mengalami gangguan bermain game; sehingga menurut Dr Shekhar Saxena yang merupakan pakar kesehatan mental untuk WHO, hanya sedikit orang yang bermain video game dapat didiganosis mengalami kecanduan.

Pro dan kontra Keputusan WHO ini jelas menimbulkan reaksi pro dan kontra dari para ahli.

Pasalnya, banyak asosiasi psikiatri, termasuk APA di Amerika Serikat, yang memutuskan untuk tidak memasukkan kecanduan game sebagai salah satu jenis gangguan mental.

Manfaat Berpuasa Bagi Tubuh, Berguna untuk Kebugaran hingga Kesehatan Mental

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved