Pendidikan

ISI Siapkan SDM yang Mampu Hadapi Tantangan Era Industri 4.0

Seluruh perguruan tinggi di Indonesia berlomba meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap seni, budaya

ISI Siapkan SDM yang Mampu Hadapi Tantangan Era Industri 4.0
istimewa
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristek dikti Prof. Ismunandar memberikan pidato ilmiah menyambut Dies Natalis ke-XXXV/ LUSTRUM ke-VII Tahun 2019, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Rabu (29/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewasa ini, seluruh perguruan tinggi di Indonesia berlomba meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap seni, budaya, kreativitas, pengembangan inovasi, dan kemanusiaan.

Menyambut Dies Natalis ke-XXXV/ LUSTRUM ke-VII Tahun 2019, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Rabu (29/5/2019), Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristek dikti Prof. Ismunandar dalam pidato ilmiahnya menyampaikan perlunya perguruan tinggi memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kreatif dan inovatif menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era industri 4.0.

Sri Mulyani: ASN Harus Beradaptasi dengan Industri 4.0

Pertama, perlu merespons dengan cepat perubahan-perubahan yang terjadi di era ini sebagai kunci untuk memenangkan kompetisi.

Fakultas dan program studi harus tanggap terhadap tantangan dan peluang yang terjadi serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Kedua, mengembangkan kapasitas ‘literasibaru’ (literasi data, teknologi, dan manusia) yang diarahkan dapat menunjang sistem pembelajaran agar para lulusan semakin kompetitifdan adaptable dengan perubahan zaman,sekaligus tetap dalam koridor peningkatan daya saing SDM bangsa

Ketiga, terus bersinergi dalam model penta helix antara academician,business, community, government, dan media (semakin ditingkatkan), terus melakukan pengembangan entrepreneurship, dan benar-benar mampu menjadi garda terdepan dalam menyediakan pembelajaran sepanjang hayat

ISI Yogyakarta Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Keempat, kata Prof. Ismunandar, bahwa QS ranking by subject (2019) ISI Yogyakarta di bidang seni atau performing arts tercatat tinggi, yaitu berada direntang peringkat #51-100, dan secara regional diwilayah Asia berada diurutan ke-8.

"Bila ukurannya adalah QS ranking by subject, maka yang lebih penting untuk terus dipacu, ditingkatkan, dan dikembangkan ISI Yogyakarta adalah reputasi di bidang performing arts. Dengan demikian, indikator utamanya adalah karya seni atau performansi seni, tidak hanya mengacu pada

jumlah publikasi/ sitasi. Ini berbeda dengan bidang/ subject lain," jelas Prof. Ismunandar.

Kelima, menurut Prof. Ismunandar bahwa peranan perguruan tinggi adalah sebagai salah satu penopang kemajuan bangsa, penciptaan pengetahuan (knowledgecreation). Akan lebih baik pula bila ISI Yogyakarta senantiasa melakukan integrasi interdisiplin, multidisiplin, dan transdisiplin, lintas seni, humaniora,dan STEMM (science, technology, engineering, mathematics, and medicine) dalam menerapkan tri darma perguruan tinggi.

Perguruan Tinggi Harus Akomodasi Kebutuhan Lulusan di Revolusi Industri 4.0

"Saya yakin bahwa momen peringatan Dies Nataliske-35 ini dapat menjadi titik penting

upaya kita untuk menggapai visi ISI Yogyakarta menjadi pelopor perguruan tinggi seni

nasional yang unggul, kreatif, dan inovatif berdasar Pancasila, serta menyiapkan generasi

yang akan datang sebagai calon-calon pemimpin bangsa, yang terampil dan berkarakter,

serta tangguh dalam menghadapi tantangan ditingkat global era industri 4.0," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved