Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Berharap Antraks Tak Pengaruhi Harga Jual Hewan Ternak

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus lakukan pencegahan menularnya spora antraks ke luar kawasan Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Berharap Antraks Tak Pengaruhi Harga Jual Hewan Ternak
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Bupati Gunungkidul, Badingah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.OM, GUNUNGKIDUL - Termasuk dalam wilayah gudang ternak di DIY, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus lakukan pencegahan menularnya spora antraks ke luar kawasan Gunungkidul.

Spora antraks sendiri baru pertama kali ini ditemukan di Grogol 4, Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan untuk menjaga harga-harga hewan ternak masyarakat Gunungkidul tetap stabil.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

"Banyak masyarakat luar Gunungkidul yang membeli hewan ternak terutama sapi dari Gunungkidul karena kualitas sapi Gunungkidul memang bagus, jangan sampai peternak kita mengalami keterpurukan karena sebentar lagi Idulfitri dan disusul Iduladha beberapa bulan lagi," katanya pada Tribunjogja.com, Selasa (28/5/2019) malam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan, spora antraks baru ditemukan pada satu titik lokasi dan belum ada lokasi lain yang terpapar

"Kami kontrol terus daerah-daerah lainnya dan sudah ada yang kelauar hasilnya seperti di Nglipar dan Semanu hasil tes yang kami lakukan terukti negatif. Kami juga mengambil sampel tanah lainnya seperti di Karangmojo, Ponjong, dan Wonosari dan sudah kami kirim ke Balai Besar Veteriner (BBVET) untuk hasilnya baru keluar pada Jumat besok (31/5/2019)," katanya.

Selama Libur Lebaran, Disdikpora Gunungkidul Minta Sekolah Titipkan Aset Komputer ke Kantor Polisi

Untuk memastikan bahwa spora antraks tidak menyebar ke daerah lainnya, pihaknya melakukan pemberian disinfektan ulang yaitu dengan cairan formalin 10 persen, di daerah lokasi terpapar antraks yaitu di Dusun Grogol 4.

"Selain kami juga melakukan vaksinasi hingga saat ini sudah ada 285 ekor sapi, 699 ekor kambing, dan 9 domba yang diberikan vaksin. Jadi prosesnya adalah dalam satu minggu kami memberikan antibiotik lalu setelah dua minggu kita suntik vaksin," ujarnya.

Tak hanya melakukan pengecekan terhadap sampel tanah di daerah lain, pihaknya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga melakukan pemeriksaan terhadap daging di pasar-pasar seperti di Pasar Semin, Karangmojo, Semanu, Ponjong, dan juga Wonnosari.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved