Yogyakarta International Airport

50 Hektare Kawasan Yogyakarta International Airport Dihijaukan Redam Ancaman Tsunami

BNPB sebelumnya sudah melakukan penanaman 1000 pohon pule dan 1000 cemara udang di kawasan YIA

Editor: Iwan Al Khasni
ap_airports
Landasan Pacu Yogyakarta International Airport (YIA) 

50 Hektare Kawasan Yogyakarta International Airport Dihijaukan Redam Ancaman Tsunami

TRIBUNJOGJA.COM Kulon Progo - Kepala Pelaksana BPBD, Biwara Yuswantana menyebut penghijauan di sekitar bandara YIA akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019. Ada lahan seluas 50 hektare yang akan ditanami beberapa tanaman untuk meredam tsunami.

"Nanti akan ditanami beberapa jenis pohon seperti cemara udang. Oktober nanti akan dilakukan penanaman oleh Kementrian Lingkungan Hidup seluas 50 hektare, " jelasnya usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HBX dan BMKG di Kepatihan, Selasa (28/5/2019).

Biwara menjelaskan, pihak BNPB sebelumnya sudah melakukan penanaman 1000 pohon pule dan 1000 cemara udang di kawasan YIA.

Adapun 50 hektare ini mencakup penghijauan di ruang terbuka hijau (RTH). Penghijauan ini dilaksanakan bulan Oktober mengingat awal musim penghujan dapat membantu kesuburan tanaman.

"RTH ini berada di dalam kawasan bandara. Hal ini untuk mengurangi panas dan kilau pasir saat terkena sinar matahari, " paparnya.

Dia juga menambahkan, tambahan alat dari BMKG ini akan memudahkan untuk monitoring bencana.

Dalam Perda RTRW terpetakan 8 kawasan rawan bencana, misalnya kawasan rawan bencana gempa karena sesar opak mulai dari Kretek hingga Prambanan.

"Sekarang sudah ada penambahan alat dan sudah dipasang. Lha ini artinya bahwa terhadap kawasan-kawasan itu kita terus berusaha meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi segala kemungkinan, " jelasnya.

YIA Tahan Tsunami

PT Angkasa Pura I memastikan bahwa pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta alias Yogyakarta International Airport (YIA) sudah memperhitungkan risiko bencana. Hal itu telah diperhitungkan sejak masa persiapan pembangunan sampai tahap konstruksi fisiknya.

Para pakar dan akademisi serta ahli bidang terkait dari Jepang dilibatkan sejak awal oleh AP I untuk membuat simulasi gempa dan tsunami di bandara baru tersebut.

Dalam realisasi pembangunannya, runway atau landasan pacu YIA dibuat dalam ketinggian bidang 4 meter di atas permukaan laut serta lokasinya berada pada jarak 400 meter dari bibir pantai.

Sedangkan gedung terminal penumpang berada pada jarak lebih jauh dan konstruksinya diklaim telah dirancang untuk mampu bertahan ketika digoyang gempa berkekuatan hingga 8,8 Skala Richter serta tetap kokoh sekalipun diterjang gelombang tsunami setinggi 12 meter.

"Konsepnya (gedung terminal) dirancang tahan gempa maupun tsunami. Kami pastikan penumpang tetap aman melalui berbagai prosedur penyelamatan yang dibuat,"kata Project Manager Pembangunan YIA PT AP I, Taochid Purnama Hadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved