Yogyakarta
Kota Yogyakarta Kembali Raih Rata-rata UN SMP Tertinggi di DIY
Jika dari total peserta sebanyak 7.990, rata-rata nilai UN di Kota Yogyakarta ada sebanyak 287,30.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kota Yogyakarta kembali mendapatkan rata-rata UN tertinggi di DIY untuk Ujian Nasional SMP tahun ajaran 2018/2019.
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji menyampaikan jika dari total peserta sebanyak 7.990, rata-rata nilai UN di Kota Yogyakarta ada sebanyak 287,30.
Untuk peringkat kedua, ditempati oleh Kabupaten Sleman, dengan jumlah peserta sebanyak 14.983 rata-rata 265,76.
• Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian
Posisi ketiga ditempati oleh Kabupaten Bantul dengan jumlah peserta sebanyak 12.606 dan rata-rata 256,44.
"Keempat ada Kulonprogo dengan jumlah peserta 5.961 rata-rata 249,19. Posisi selanjutnya ada Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah peserta 9.720 rata-rata 230,26," terangnya.
Aji mengatakan, secara keseluruhan perolehan nilai di DIY mengalami peningkatan.
Dari tahun sebelumnya rata-rata sebesar 249,84 menjadi 258,26.
Matematika, dari rata-rata 57,19 menjadi 60,22.
• Rumor UN SMP Dimajukan, Disdik Sleman: Itu Tidak Benar
IPA dari sebelumnya 57,98 menjadi 61,16.
Bahasa Inggris dari sebelumnya 58,07 menjadi 58,73 serta Bahasa Indonesia dari 76,6 menjadi 78,15.
"Ada peningkatan cukup signifikan, mata pelajaran yang cukup banyak peningkatan yakni matematika, IPA juga cukup banyak. Untuk yang lain juga ada peningkatan tapi tidak terlalu besar," katanya.
Nantinya, nilai-nilai tersebut akan disampaikan sekolah kepada peserta UN pada Kamis, 29 Mei 2019 pukul 10.00 WIB.
• Disdikpora DIY Akan Buka Posko PPDB SMA/SMK DIY Mulai 27 Mei
Berbeda dengan UN SMA yang perolehan nilai tertingginya bisa disampaikan, untuk UN SMP, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak memberikan data.
Aji menerangkan jika data nilai UN SMP terkunci, yang membuat Disdikpora DIY juga tidak bisa mengurutkan nama sekolah mana dan peserta mana yang mendapatkan nilai tertinggi.
"Hasil ujian SMP mana yang juara tidak bisa disampaikan, yang bisa disampaikan adalah rata-rata. Dari Kementerian memang dibuat tidak bisa di utik-utik, datanya terkunci. Mungkin ini bagian dari realisasi supaya sekolah tidak ada rangking. Jadi positif saja, biar tidak ada kompetisi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kota-yogyakarta-kembali-raih-rata-rata-un-smp-tertinggi-di-diy.jpg)