DIY jadi Salah Satu Wilayah Prioritas dalam Operasi Ketupat 2019

Polda DIY melaksanakan operasi Ketupat Progo 2019 selaman 13 hari mulai, Selasa (28/5/2019) hingga Minggu (9/6/2019) mendatang

DIY jadi Salah Satu Wilayah Prioritas dalam Operasi Ketupat 2019
Istimewa
Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri mengecek pasukan saat apel Ketupat Progo 2019 

TRIBUNJOGJA.COM - Polda DIY melaksanakan operasi Ketupat Progo 2019 selaman 13 hari mulai, Selasa (28/5/2019)  hingga Minggu (9/6/2019) mendatang.

Operasi ini digelar seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat untuk merayakan Idul Fitri di mana mempunyai implikasi pada banyak aspek, seperti meningkatnya mobilitas pergerakan perpindahan orang dan barang, serta tingkat kerawanan.

Polda DIY sendiri adalah satu dari 10 Polda yang diprioritaskan di Indonesia. 

Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri memaparkan dipilihnya satu wilayah menjadi prioritas lantaran arus mudik terlihat nyata di situ, selain seluruh Polda di Pulau Jawa, ada pula beberapa Polda di Sumatera.

Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Lebaran 2019 untuk PNS di Tanggal Ini

"Yang kira-kira arus mudiknya padat, terutama masalah laka, kejahatan di jalanan seperti begal dan jambret," terangnya.

Ditambah lagi dengan selesainya tol trans jawa, maka diperkirakan semakin banyak kendaraan akan masuk ke wilayah DIY. Kapolda mengatakan, walaupun DIY bukan perlintasan utama tol, namun tujuan mudik dan wisata.

"Otomatis dengan terhubungnya tol, kalau tahun kemarin kendaraan banyak dari arah Magelang sekarang lebih banyak dari arah Solo Klaten sehingga nanti pos dan penempatan pasukan fokus di sana," paparnya.

Ibu RT Ungkap Kelakuan Dua Pelajar di Kamar Kos, Berhubungan Layaknya Pasutri karena Merasa Senior

Fokus pengamanan juga pada objek wisata. Jangankan libur Idul Fitri, Dofiri menuturkan saat weekend saja juga terjadi kepadatan pengunjung.

Hal-hal yang menjadi fokus perhatian adalah antisipasi laka perjalanan di jalur Cino Mati, Dlingo selain itu juga di wilayah Patuk Gunungkidul. Di lokasi tersebut memiliki kondisi jalan yang menanjak dan sempit sehingga berpotensi mengakibatkan laka lantas. (Tribunjogja I Santo Ari)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved