Tiga Kelompok Penunggang Gelap Aksi 22 Mei Teridentifikasi, Polisi Tangkap 2 Teroris di Tengah Massa

Aparat kepolisian mengungkap tiga kelompok penunggang gelap itu berada di kerumunan massa yang sama saat terjadi kerusuhan 21 - 22 Mei.

Tiga Kelompok Penunggang Gelap Aksi 22 Mei Teridentifikasi, Polisi Tangkap 2 Teroris di Tengah Massa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN via warta kota
Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. 

Tiga Kelompok Penunggang Gelap Aksi 22 Mei Teridentifikasi, Polisi Tangkap 2 Teroris di Tengah Massa 22 Mei

TRIBUNJOGJA.COM - Tiga kelompok penunggang gelap dalam aksi 22 Mei yang berujung kerusuhan telah teridentifikasi.

Aparat kepolisian mengungkap tiga kelompok penunggang gelap itu berada di kerumunan massa yang sama saat terjadi kerusuhan 21 - 22 Mei. 

Penunggang Gelap Aksi 22 Mei Siapkan Senjata M4 Carbine untuk Bunuh Tokoh Nasional

Dua orang ditangkap bahkan diduga merupakan bagian dari jaringan teroris yang sengaja ikut melakukan kerusuhan di tengah aksi 22 Mei. 

Beruntung polisi sigap merespons dan mengungkap keberadaan kelompok-kelompok perusuh dalam aksi 22 Mei tersebut.

Informasi dilansir Tribun Jogja dari kompas.com, polisi telah mengungkap tiga kelompok penumpang gelap yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil pilpres di depan Bawaslu pada 21- 22 Mei.

HK Terima Perintah Tembak Mati 5 Tokoh Nasional saat Kerusuhan 22 Mei, Dibayar Rp 150 Juta

Seorang Caleg Tak Terima Jatah Kursinya Direbut Kader Lain, Kerahkan Massa, Jatuh Korban 4 Tewas

Penangkapan 2 Polwan Diduga Terpapar Radikalisme, Turun di Juanda, Ketahuan Pakai Nama Samaran

Berikut tiga kelompok penunggang gelap yang dimaksud Polri tersebut:

1. Penyelundup senjata api

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, kelompok pertama adalah mereka yang berusaha menyelundupkan senjata api ilegal dari Aceh.

Senjata ilegal tersebut antara lain jenis M4 Carbine berikut dua buah magasin, peredam suara, tali sandang, dan tas senjata.

Ada pula senpi berjenis Revolver dan Glock beserta 50 butir peluru.

Kelompok yang berusaha menyelundupkan senpi ilegal itu melibatkan mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

Halaman
1234
Editor: ose
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved