Ramadan

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta, Mengadopsi Karakter Ponpes Lirboyo

Sejak berdiri tahun 2011, sudah ada empat angkatan yang telah lulus dari pondok setelah melalui beberapa tes dan ujian.

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta, Mengadopsi Karakter Ponpes Lirboyo
istimewa
Muhlisin, pengurus sekaligus tenaga pengajar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien, Kotagede, Yogyakarta. Foto diambil pada Senin (27/5/2019) 

Nahwu dikenal sebagai ilmu yang membahas tentang aturan atau harakat akhir dalam sebuah kalimat (rafa’, jer, nashab, jazm).

Sedangkan sharaf adalah ilmu yang membahas tentang perubahan bentuk kata atau kalimat bahasa Arab, beserta ikhwalnya.

Kini, santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien berjumlah sekitar 130 orang dengan mayoritas merupakan remaja dan tengah menjalani pendidikan perguruan tinggi.

Sejak berdiri tahun 2011, sudah ada empat angkatan yang telah lulus dari pondok setelah melalui beberapa tes dan ujian.

Yang menarik, para santri yang baru saja lulus dari pendidikan agama di pondok diwajibkan untuk kitmah (mengabdi) dengan cara mengajar di pondok minimal selama satu tahun.

Aturan ini sudah menjadi tradisi dan terus dilakukan oleh para santri yang baru saja lulus dari pondok pesantren. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved