Ramadan

Ponpes Wali Barokah Binaan LDII di Kediri Kembangkan PLTS Senilai Rp 10 Miliar

Instalasi PLTS yang dibangun di Ponpes Wali Barokah berukuran 40 m x 41 m dengan 640 panel kelas premium buatan Kanada. Investasinya mencapai Rp 10 Mi

Ponpes Wali Barokah Binaan LDII di Kediri Kembangkan PLTS Senilai Rp 10 Miliar
Istimewa
Pekerja membersihkan panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pondok Pesantren Wali Barokah Binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kota Kediri, Jawa Timur. Pembangunan PLTS ini senilai Rp10 miliar dengan panel surya berjumlah 640 panel dengan luasan bidang 41 meter x 40 meter. PLTS ini mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. 

TRIBUNJOGJA.COM - Memanfaatkan anugerah alam yang diberikan, Pondok Pesantren Pusat dibawah binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Pondok Pesantren Wali Barokah, Burengan, Kediri, Jawa Timur.

Instalasi PLTS yang dibangun di Ponpes Wali Barokah berukuran 40 m x 41 m dengan 640 panel kelas premium buatan Kanada. Investasinya mencapai Rp 10 Miliar.

Ketua DPP LDII, Prasetyo Sunaryo mengatakan, alasan utama pengembangan PLTS di lingkungan pondok lantaran selama ini penerangan pondok pesantren masih bergantung perusahaan listrik negara (PLN).

Akibatnya beban biaya terus meningkat seiring dengan besarnya pemakaian listrik.

Warga LDII Sleman Bagikan 7.800 Pakaian Gratis

"Menyikapi hal tersebut DPP LDII melakukan terobosan berupa pembangunan PLTS. Sebagai tahap awal dibangun di Ponpes Wali Barokah Kediri," kata Prasetyo lewat keterangan resminya, Minggu (26/5/2019).

Pengembangan PLTS terbesar di Indonesia untuk ponpes ini, menurut Prasetyo, termasuk penerapan energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan rencana jangka panjang LDII.

"Pembangunan PLTS ponpes sebesar ini, tidak cukup dengan cara pandang perbandingan harga saja. Dalam pendayagunaan EBT, komparasinya bukan saja terhadap harga BBM, melainkan harus terhadap pengandaian apabila terjadi kelangkaan BBM. Ini yang menjadi pemahaman LDII," tambah Prasetyo.

"Selain energi matahari tersedia sepanjang tahun, dari perspektif religious, pemanfaatan energi matahari merupakan manifestasi kesyukuran kepada Allah yang telah memberi karunia Indonesia dengan sinar matahari yang tak ternilai harganya," imbuhnya.

24 dari 25 PLTS Solar Home System di GK Rusak

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Wali Barokah, KH Soenarto, mengaku bersyukur atas anugerah Allah berupa sinar matahari sehingga menjadi energi listrik untuk menerangi pondoknya.

Ada penghematan biaya pengelolaan pondok secara signifikan.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved